Warga Cilegon Keluhkan Bau Menyengat dan Perih di Mata Usai Insiden di Pabrik PT Merak Chemicals

- Selasa, 26 Mei 2026 | 01:45 WIB
Warga Cilegon Keluhkan Bau Menyengat dan Perih di Mata Usai Insiden di Pabrik PT Merak Chemicals

Warga yang bermukim di sekitar kawasan industri Kota Cilegon, Banten, mengeluhkan munculnya aroma tajam yang menyebabkan perih pada mata, menyusul insiden dugaan ledakan di pabrik PT Merak Chemicals Indonesia pada Senin, 25 Mei 2026. Keluhan ini disampaikan setelah sejumlah warga mendengar suara gemuruh mirip tiupan angin kencang yang berlangsung sekitar tiga menit dari arah pabrik tersebut.

Sawiri, seorang warga Kampung Sumur Wuluh, menuturkan bahwa ia semula berada di rumah ketika suara tersebut terdengar. Ia kemudian bergegas menuju lokasi kejadian, namun terpaksa menghentikan langkahnya di kawasan perbatasan jalan tol. "Saya berhenti dulu karena baunya tidak tertahankan. Selain aroma yang menyengat, ada rasa perih di mata. Makanya saya tidak berani mendekat sampai ke sana," ujarnya.

Di tengah situasi yang mencekam, Sawiri mengaku sempat bertemu dengan sekitar delapan orang karyawan pabrik yang sedang dievakuasi keluar dari area perusahaan. Ia kemudian berinisiatif meminta masker kepada para pekerja tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan gas yang dapat membahayakan warga. Berdasarkan arah angin yang saat kejadian bertiup menuju ke timur, Sawiri memperkirakan bau menyengat tersebut paling kuat akan terasa oleh masyarakat yang bermukim di kawasan Gerem Atas.

Menanggapi keluhan warga, Public Relations PT Merak Chemicals Indonesia, Dimas Saputra, menyampaikan permohonan maaf atas kepanikan serta ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat peristiwa ini. Dimas mengklaim bahwa kepulan asap putih yang sempat membumbung tinggi dari kawasan pabrik merupakan uap air murni yang berasal dari perangkat steam turbine, dan bukan merupakan produk bahan kimia berbahaya. Meski demikian, pihak perusahaan berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari sumber bau menyengat yang dikeluhkan oleh warga sekitar.

Sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya pencegahan, perusahaan mengaku telah mendistribusikan masker melalui pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di lingkungan setempat. "Tentu kami akan bertanggung jawab kepada masyarakat. Kami juga telah menyiagakan ambulans di lokasi. Apabila ada warga yang mengalami keluhan kesehatan, kami akan berkoordinasi untuk merujuk mereka ke Rumah Sakit Krakatau Medika," tegas Dimas.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar