Pemerintah Kota Bontang memulai langkah ambisius dengan membangun vila premium di kawasan Bontang Kuala, Kalimantan Timur, sebagai upaya strategis untuk menarik wisatawan dari Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, menegaskan bahwa proyek ini tidak dimaksudkan untuk mengubah identitas asli kawasan tersebut.
"Kita tidak ingin mengubah identitas asli kawasan ini. Justru, investasi vila ini bertujuan untuk mengemas pesona penginapan atas air dan budaya bahari tersebut menjadi sebuah paket pariwisata premium yang memiliki daya saing di tingkat nasional bahkan global," ujar Aspian dalam keterangan resminya, Minggu (24/5/2026).
Menurut Aspian, langkah ini merupakan terobosan berani yang diambil Pemerintah Kota Bontang, terutama dalam memperkuat hilirisasi sektor pariwisata daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh terus bergantung pada sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi. Kini, Pemkot Bontang mulai gencar mendorong investasi berbasis pengalaman dan daya tarik kawasan.
Vila tersebut dirancang dengan konsep penginapan eksklusif yang memadukan pesona hunian di atas air dengan fasilitas bertaraf internasional. Proyek boutique resort terapung ini, kata Aspian, telah resmi ditawarkan kepada para investor skala nasional. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari persiapan Kota Taman julukan Bontang menjadi kawasan penyangga utama IKN Nusantara di Kalimantan Timur.
Bontang Kuala sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu ikon wisata pesisir paling terkenal di Kalimantan Timur. Daya tarik utamanya terletak pada deretan bangunan yang seluruhnya berdiri di atas laut, lengkap dengan jalur pejalan kaki dari kayu ulin yang membentang eksotis. Untuk menangkap peluang pasar wisatawan kelas menengah ke atas serta para ekspatriat, pembangunan infrastruktur penginapan premium dinilai sebagai kebutuhan yang mendesak.
Rencana pembangunan Villa Bontang Kuala mengusung konsep berwawasan lingkungan. Proyek ini tidak hanya menyuguhkan kamar premium dengan panorama laut lepas dan rimbunnya hutan mangrove, tetapi juga mengintegrasikan sentra kuliner hidangan laut khas pesisir serta pusat kebudayaan lokal. Bagi para penanam modal, proyek ini dinilai sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, terutama dengan proyeksi lonjakan arus kunjungan ke Kalimantan Timur seiring masifnya pembangunan dan pemindahan aktivitas pemerintahan ke IKN Nusantara.
Bontang, yang aksesibilitasnya akan semakin dipermudah melalui rencana pembangunan infrastruktur jalan tol, bersiap menampung limpahan wisatawan. Untuk menyambut para investor, DPMPTSP Kota Bontang menjamin iklim investasi yang sehat dan kondusif.
"Berbagai kemudahan telah disiapkan, mulai dari pendampingan perizinan terpadu (OSS) yang cepat, kepastian hukum, hingga skema insentif daerah bagi penanam modal yang berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal," imbuh Aspian.
Lebih dari sekadar proyek properti megah, kehadiran Villa Bontang Kuala diyakini akan menjadi katalisator penting bagi perekonomian warga lokal. Realisasi penginapan bertaraf nasional ini dipastikan akan menciptakan efek domino yang positif, mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, peningkatan serapan produk UMKM lokal, hingga menggeliatnya industri kreatif dan jasa pemandu wisata di Kota Taman.
"Serta memperkuat daya saing industri pariwisata Kalimantan Timur di kancah nasional maupun internasional tentunya," tegas Aspian.
Artikel Terkait
Pemuda Lompat dari Jembatan di Bogor Tewas, Sempat Unggah Niat Bunuh Diri di Medsos
32 Siswa di Serang Diduga Keracunan Usai Makan Program MBG, Dua Dirawat Intensif di RS
Polisi Pastikan Kabar Pocong di Depok Hoaks, Warga Diimbau Tak Percaya
Euforia Juara Persib: Bobotoh Difabel Ikut Konvoi, Wali Kota Ungkap Pemain Kehilangan Ponsel