Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menciptakan iklim kompetitif antarpemerintah daerah melalui pemberian penghargaan berupa insentif fiskal berbasis regional, sebuah langkah strategis untuk mendorong peningkatan kinerja sekaligus memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang berprestasi.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa penghargaan tidak hanya berbentuk trofi, melainkan juga insentif fiskal yang bersumber dari anggaran Kemendagri. Untuk tingkat kabupaten, pemenang terbaik pertama menerima insentif sebesar Rp3 miliar, terbaik kedua Rp2 miliar, dan terbaik ketiga Rp1 miliar. Sementara itu, pada tingkat provinsi dan kota, penghargaan hanya diberikan kepada peraih terbaik pertama dengan nilai insentif Rp3 miliar.
Skema penghargaan ini dibagi berdasarkan regional agar kompetisi berlangsung lebih adil dan merata. Regional tersebut mencakup Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, serta Papua. “Tujuannya adalah satu untuk menimbulkan iklim kompetitif. Yang kedua, otomatis memberikan penghargaan kepada yang berprestasi. Yang ketiga, memancing yang belum berprestasi, belum beruntung maksudnya, agar mereka bisa bekerja lebih keras lagi,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Maluku dan Nusa Tenggara di Ballroom Merumatta Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (19/5). Tito menambahkan, penilaian dilakukan menggunakan data yang telah tersedia dan terverifikasi, antara lain dari Badan Pusat Statistik serta data internal Kemendagri.
Empat kategori yang dikompetisikan meliputi penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, creative financing, penurunan tingkat pengangguran, serta pengendalian inflasi. “Ada empat kategori yang dikompetisikan dan itu datanya sudah jelas dari data BPS, termasuk data yang ada di Kemendagri,” katanya.
Di sisi lain, Tito menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menunjukkan kepada publik bahwa banyak kepala daerah dengan kinerja baik yang layak diapresiasi. “Sebetulnya juga, kita ingin menyampaikan melalui acara ini, cukup banyak kepala daerah yang bagus-bagus yang berprestasi, yang perlu dihargai,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program penghargaan dan insentif fiskal ini sejak awal telah dikonsultasikan dan diawasi oleh Komisi II DPR RI, termasuk dalam proses penganggarannya. Kemendagri telah menyiapkan anggaran insentif fiskal sebesar Rp1 triliun yang akan disalurkan secara bertahap dalam beberapa gelombang penghargaan berdasarkan regional yang telah ditetapkan.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, para gubernur wilayah Maluku dan Nusa Tenggara, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah terkait.
Artikel Terkait
Alex Marquez Alami Patah Tulang Selangka dan Cedera Tulang Leher Usai Kecelakaan di MotoGP Catalunya
Petugas PPSU di Jatinegara Jadi Korban Penusukan Usai Tegur Remaja Pakai Sepatu di Lantai Baru Dipel
Tiga Pekerja Tewas Keracunan Gas Saat Perbaiki Palka Tongkang di Muarojambi
Sidang Tuntutan Empat Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Ditunda ke 3 Juni