Ketua Komisi XI DPR: Pernyataan Prabowo soal Pelemahan Rupiah untuk Tenangkan Masyarakat, BI Didorong Segera Stabilkan Nilai Tukar

- Minggu, 17 Mei 2026 | 07:40 WIB
Ketua Komisi XI DPR: Pernyataan Prabowo soal Pelemahan Rupiah untuk Tenangkan Masyarakat, BI Didorong Segera Stabilkan Nilai Tukar

Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Mukhamad Misbakhun, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pelemahan rupiah dan penguatan dolar Amerika Serikat bertujuan untuk menenangkan masyarakat. Menurutnya, penggunaan dolar AS sebagai alat transaksi keuangan hanya berdampak langsung pada kelompok masyarakat tertentu, terutama mereka yang memiliki aktivitas ekonomi berskala besar.

“Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri,” ujar Misbakhun kepada wartawan pada Minggu, 17 Mei 2026.

Pernyataan Presiden tersebut, lanjut Misbakhun, sekaligus menjadi pengingat bagi Bank Indonesia untuk lebih serius dalam mengendalikan nilai tukar rupiah. Ia menekankan bahwa nilai rupiah harus dikembalikan ke posisi yang ideal karena fluktuasinya memberikan pengaruh signifikan terhadap masyarakat yang bergantung pada transaksi dolar.

“Masyarakat yang menggunakan dolar dalam transaksi itu apa? Yang selama ini bahan bakunya impor. Dan salah satu impor yang kita khawatirkan adalah impor dari komoditas-komoditas yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, penguatan dolar AS dikhawatirkan akan menekan inflasi akibat mahalnya harga bahan baku impor. Kondisi ini semakin kritis mengingat nilai tukar rupiah saat ini telah melewati lebih dari Rp1.000 dari asumsi makro yang ditetapkan dalam APBN 2026.

“Tentunya apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait nilai tukar itu adalah untuk menenangkan masyarakat, supaya masyarakat tidak panik, supaya masyarakat tetap tenang dan masyarakat tidak terpengaruh dengan hal-hal yang sifatnya ingin mengganggu stabilitas ekonomi nasional kita,” tuturnya.

Di sisi lain, Misbakhun menangkap adanya makna tersirat dari pernyataan Presiden, yakni menjadikan isu pelemahan rupiah sebagai bahan diskusi publik yang serius. Oleh karena itu, ia mendesak Bank Indonesia segera mengambil langkah stabilisasi dan upaya konkret untuk mengembalikan rupiah ke level penguatan yang memadai, mengingat bank sentral sendiri menyatakan bahwa rupiah saat ini dalam posisi under value.

“Dan Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Ketika fundamental ekonomi sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah? Dan rupiah termasuk mata uang yang secara regional mengalami pelemahan sangat signifikan. Dan tentunya kami di Komisi XI memberikan kesempatan kepada Bank Indonesia untuk melakukan langkah-langkah yang strategis bagaimana bisa melakukan upaya penguatan kembali nilai rupiah kepada angka pada harga atau pada nilai yang menurut saya sepantasnya,” kata Misbakhun.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar