KRL Green Line Lumpuh Total Usai Tersambar Petir, Penumpang Menumpuk di Sejumlah Stasiun

- Selasa, 05 Mei 2026 | 10:50 WIB
KRL Green Line Lumpuh Total Usai Tersambar Petir, Penumpang Menumpuk di Sejumlah Stasiun

Hari Senin saat jam pulang kantor, rintik gerimis mulai turun. Di salah satu jalur kereta api tersibuk di Jakarta, kekacauan tak terhindarkan. Itulah yang dialami para pengguna KRL Green Line pada Senin, 5 Mei 2026. Jalur Tanah Abang–Rangkasbitung itu dikenal sebagai andalan para pekerja karena melintasi stasiun-stasiun yang berada di kawasan padat permukiman. Namun, sore itu, perjalanan mereka mendadak terhenti.

Listrik Aliran Atas (LAA) dikabarkan tersambar petir. Akibatnya, seluruh perjalanan KRL di jalur tersebut lumpuh total. Penumpukan penumpang pun terjadi di sejumlah stasiun, jadwal kereta berubah drastis, dan helaan napas panjang terdengar di setiap sudut peron. Insiden ini bukanlah yang pertama kali menimpa jalur hijau tersebut.

Catatan menunjukkan bahwa kesabaran pengguna Green Line memang kerap diuji dari tahun ke tahun. Berbagai gangguan teknis maupun nonteknis tercatat pernah melumpuhkan jalur ini, mulai dari masalah infrastruktur hingga kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat. Salah satu peristiwa yang masih membekas terjadi pada tahun 2023.

Pada 25 Juni 2023, sebuah truk menabrak tiang LAA di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Insiden itu terjadi tepat saat jam keberangkatan kerja, menyebabkan banyak kereta tertahan lebih dari satu jam. Sejumlah penumpang terpaksa turun di stasiun terdekat dan beralih ke moda transportasi lain. Proses evakuasi truk baru rampung pada pukul 10.00 WIB, setelah petugas dari TNI, Polri, KAI, PPSU, dan warga setempat bekerja sama mengeluarkan muatan kendaraan tersebut.

Di sisi lain, gangguan akibat sambaran petir pada Senin lalu kembali membuka celah evaluasi terhadap sistem proteksi jalur kereta api. Meskipun peristiwa alam sulit dihindari, dampak yang ditimbulkan terhadap mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur pendukung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak operator mengenai langkah antisipasi jangka panjang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar