Hyppe, Media Sosial Karya Anak Bangsa, Hadir dengan Verifikasi KTP dan AI Anti-Konten Negatif

- Jumat, 01 Mei 2026 | 04:00 WIB
Hyppe, Media Sosial Karya Anak Bangsa, Hadir dengan Verifikasi KTP dan AI Anti-Konten Negatif

Jakarta Belakangan ini, perhatian publik dan pemerintah Indonesia lagi ramai-ramainya tertuju pada satu hal: bagaimana membersihkan media sosial dari konten-konten yang bisa merusak anak-anak dan remaja. Bukan tanpa alasan, banyak orang tua yang resah, dan pemerintah pun mulai bergerak. Nah, di tengah situasi kayak gini, muncul sebuah aplikasi baru buatan anak negeri. Namanya Hyppe. Katanya sih, aplikasi ini dirancang khusus biar ramah sama masyarakat, terutama generasi muda. Yang menarik, Hyppe nggak cuma soal konten yang bersih. Mereka juga ngurusin soal keamanan data. Soalnya kan sekarang lagi marak kasus kebocoran data, penipuan online, sampai konten pornografi yang meresahkan. Jadi mereka bikin semacam benteng digital. “Kami ingin menghadirkan sosial media yang tidak ada pornografi, tidak ada hoaks, dan tidak ada manipulasi. Ini penting karena anak-anak bangsa adalah tulang punggung negara,” kata CEO Hyppe, Magindran, di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Pernyataan itu dia sampaikan dengan nada serius, kayak lagi ngomongin sesuatu yang memang udah darurat. Di sisi lain, aplikasi ini juga punya konsep yang agak beda. Mereka nawarin apa yang disebut creator economy dan user economy. Maksudnya, pengguna di sini nggak cuma jadi penonton atau konsumen konten doang. Mereka juga bisa dapet untung dari aktivitas mereka di platform. Gimana caranya? Ya, dengan ngumpulin poin yang nantinya bisa ditukar sama berbagai hadiah. Ada juga sistem bagi hasil, jadi pengguna nggak cuma disuruh nonton iklan tanpa dapet apa-apa. Ngomongin soal keamanan, Hyppe terbilang cukup ketat. Mereka nerapin verifikasi pake KTP dan teknologi KYC (Know Your Customer). Jadi, setiap pengguna itu identitasnya asli, bukan akun palsu atau bot. Nggak cuma itu, mereka juga pake kecerdasan buatan (AI) buat mendeteksi konten negatif kayak pornografi, ujaran kebencian, atau penipuan. Semua itu bisa langsung ketahuan dan diturunin tanpa nunggu laporan dari pengguna lain. “Konten negatif akan langsung terdeteksi dan diturunkan tanpa harus menunggu laporan,” tambah Magindran. Dia juga memastikan perlindungan data pengguna jadi prioritas utama. Soalnya, platform ini katanya udah diawasi sama pemerintah dan udah diaudit sama kementerian terkait, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Dari sisi legal, Hyppe ngaku udah punya izin lengkap. Baik sebagai platform media sosial maupun buat aktivitas jual beli konten digital. Nggak cuma itu, mereka juga buka peluang besar buat pelaku UMKM. Para pengusaha kecil bisa promosiin produk mereka secara gratis lewat konten, bahkan langsung ngarahin transaksi ke toko online masing-masing. “UMKM bisa langsung jualan di platform ini tanpa biaya. Ini bentuk dukungan kami untuk ekonomi lokal,” jelasnya. Jadi, selain bersih dan aman, Hyppe juga punya misi buat ngedorong ekonomi kerakyatan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar