Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp129 Juta untuk 47 Penerima Manfaat di Rembang

- Jumat, 24 April 2026 | 17:15 WIB
Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp129 Juta untuk 47 Penerima Manfaat di Rembang

Rembang, Jawa Tengah Suasana di Komplek Pendopo Museum RA Kartini pagi itu terasa sedikit berbeda. Ada kehangatan yang tidak hanya berasal dari sinar matahari. Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp 129 juta kepada 47 penerima manfaat. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Bantuan diserahkan langsung oleh Fatma Saifullah Yusuf. Ia adalah Ketua Bidang III Sosial Budaya Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos. Prosesi penyerahan ini berlangsung saat Seruni melakukan kunjungan kerja ke Rembang pada Selasa, 21 April lalu.

Dalam kunjungan itu, tampak hadir sejumlah tokoh. Ada Pembina Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming. Ada juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Ketua Umum Seruni Tri Tito Karnavian, dan para ibu Seruni lainnya. Mereka semua datang dengan satu tujuan: merayakan semangat Kartini.

Perjalanan mereka tidak langsung ke museum. Rombongan memulai kunjungan dengan menyambangi Desa Pasar Banggi, Rembang. Di sana, para ibu Seruni meninjau layanan cek kesehatan gratis. Sasaran utamanya? Anak-anak dan perempuan dewasa. Untuk para ibu, ada IVA test Inspeksi Visual Asam Asetat sebagai deteksi dini kanker serviks.

Cuaca cerah ikut mendukung. Rombongan kemudian berjalan-jalan ke bazar produk UMKM. Semua hasil olahan laut, dikelola oleh ibu-ibu setempat. Semangat mereka terlihat jelas, berbaur dengan keramaian pengunjung.

Di sisi lain, ada momen yang lebih santai. Fatma bersama beberapa ibu Seruni berinteraksi dengan siswa-siswa SD yang kebetulan ada di lokasi. Tepat di pinggir pantai, mereka berfoto bersama. Suara riang terdengar saat mereka menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Sederhana, tapi mengharukan.

Setelah puas di desa, rombongan melanjutkan perjalanan ke komplek Museum RA Kartini. Di sinilah acara inti berlangsung. Fatma menyerahkan secara simbolis bantuan ATENSI kepada lima penyandang disabilitas. Mereka adalah:

  • Intan Novita Sari Purnomo (26), penyandang disabilitas fisik, menerima laptop.
  • Siti Nur Inayah (51), mendapatkan bantuan usaha jamu freezer.
  • Qoblidoh Nur Awaliyah (23), penerima bantuan usaha menjahit berupa mesin obras.
  • Widya Dwi Nurlita (21), menerima perlengkapan merajut.
  • Siti Sa'adah (54), penerima bantuan perlengkapan membuat kue mixer dan oven.

Fatma kemudian menyampaikan harapannya.

"Harapannya, semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu meningkatkan usaha saudara-saudari kita di Rembang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.

Total bantuan yang digelontorkan cukup beragam. Ada 24 paket nutrisi dan perlengkapan sekolah, dua alat bantu berupa kursi roda dan kruk, satu paket nutrisi, serta 20 paket kewirausahaan. Semua diharapkan bisa menjadi modal awal bagi mereka yang membutuhkan.

Acara belum selesai. Kegiatan berlanjut dengan peninjauan pelatihan digital marketing. Ada juga pameran produk UMKM batik tulis Lasem yang menarik perhatian Selvi, Fatma, dan jajaran Seruni. Setelah itu, sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan mengikuti upacara Kirab Pataka Kartini.

Suasana upacara terasa kental dengan nuansa adat Jawa Tengah. Gamelan mengalun pelan. Bahasa Jawa krama inggil digunakan selama prosesi. Semua terasa sakral.

Usai upacara, rombongan bergerak menuju makam RA Kartini di Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Mereka berziarah. Para ibu Seruni menaburkan bunga dan memanjatkan doa. Hening, penuh penghormatan.

Fatma kembali angkat bicara. Menurutnya, Hari Kartini bukan sekadar seremonial. Ini momentum bagi perempuan Indonesia untuk mengenang dan melanjutkan perjuangan.

"Kita sebagai perempuan harus bisa meneruskan semangat perjuangan RA Kartini meski di era modern saat ini. Semangatnya mengajarkan kita untuk terus maju, berani bersuara, dan memperjuangkan kesetaraan," kata Fatma.

Ia menambahkan, "Mari kita lanjutkan perjuangan ini dengan menjadi versi terbaik diri kita, saling mendukung, dan membawa perubahan positif bagi sekitar."

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar