Bank Raya Cetak Laba Rp6,79 Miliar di Kuartal I/2026, Kredit Digital Tumbuh 33,1%

- Kamis, 23 April 2026 | 19:15 WIB
Bank Raya Cetak Laba Rp6,79 Miliar di Kuartal I/2026, Kredit Digital Tumbuh 33,1%

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mulai tahun 2026 dengan langkah yang cukup mantap. Laporan keuangan kuartal pertama menunjukkan kinerja yang solid bukan cuma dari sisi kredit digital, tapi juga dari penghimpunan simpanan digital dan fundamental keuangan secara umum. Laba bersih mereka tercatat Rp6,79 miliar. Angka ini ditopang pendapatan bunga yang naik 7,5% secara tahunan menjadi Rp308,35 miliar. Khusus dari kredit, pendapatan bunganya tumbuh 11% menjadi Rp226,29 miliar.

Nah, dari lini bisnis digital, penyaluran kreditnya mencapai Rp8,14 triliun. Itu tumbuh 29% dibanding periode yang sama tahun lalu. Lebih menarik lagi, outstanding kredit digital mereka juga ikut naik tepatnya 33,1% secara tahunan, jadi Rp3,14 triliun. Angka-angka ini, menurut manajemen, menunjukkan konsistensi transformasi digital yang mereka jalani, terutama dalam membangun ekosistem dan meningkatkan layanan ke nasabah.

Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya, bilang begini:

“Pertumbuhan kinerja di awal 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur. Kami juga terus memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Salah satu buktinya, kredit digital kami tumbuh 33,1% year-on-year menjadi Rp3,14 triliun pada kuartal I/2026.”

Produk andalan mereka, Pinang Dana Talangan, juga masih jadi bintang. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Bank Raya sudah menyalurkan Rp7,25 triliun lewat produk tersebut. Itu naik 33,4% dibanding tahun lalu. Outstanding-nya? Rp1,15 triliun, tumbuh 63%. Produk ini disalurkan ke sekitar 52 ribu agen BRILink dan agen gadai.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya mencapai Rp8,44 triliun. Yang menarik, pertumbuhan ini banyak didorong oleh dana murah Giro dan Tabungan yang naik 30,2% secara tahunan menjadi Rp3 triliun. Khusus untuk tabungan digital, pertumbuhannya signifikan banget: 63,9% year-on-year, mencapai Rp2,30 triliun. Ini menandakan makin banyak masyarakat yang mengadopsi layanan digital Bank Raya, seiring upaya perusahaan dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital.

Bagus menambahkan:

“Kami terus menjaga momentum pertumbuhan di awal 2026 lewat penguatan inovasi digital dan pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pasar. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan perbankan digital yang inklusif, mudah diakses, dan relevan. Sinergi ekosistem juga terus diperkuat untuk membuka peluang pertumbuhan baru. Sesuai visi kami sebagai bank digital utama, kami akan terus memperluas jangkauan, meningkatkan pengalaman nasabah, dan menghadirkan inovasi yang cepat, aman, serta berkelanjutan.”

Kinerja Bank Raya juga diiringi perbaikan rasio profitabilitas. Margin bunga bersih (NIM) naik 91 basis poin menjadi 5,78%, berkat optimalisasi aset produktif dan efisiensi biaya dana. Likuiditas? Masih terjaga. Rasio LDR tercatat 81,64%, LCR 442,55%, dan NSFR 164,71% jauh di atas batas minimum 100%. Dengan CAR di angka 41,8% pada Maret 2026, Bank Raya optimistis bisa menjaga momentum pertumbuhan bisnis digital dalam jangka panjang.

Inovasi Digital buat Percepat Inklusi Keuangan dan Dorong Bisnis

Biar makin banyak orang melek keuangan digital dan makin sering transaksi di Aplikasi Raya, Bank Raya meluncurkan program “Raya Poin”. Ini semacam program apresiasi buat nasabah yang rajin menabung dan bertransaksi. Program ini berlaku sampai 31 Januari 2027. Poin yang terkumpul bisa ditukar dengan undian, voucher, atau hadiah menarik lainnya.

Selain itu, Bank Raya juga mengoptimalkan fitur QRIS Tampil. Fungsinya buat memudahkan nasabah terutama pelaku usaha dalam menerima pembayaran secara cepat dan terintegrasi. Lewat inovasi-inovasi kayak gini, Bank Raya berharap literasi dan inklusi keuangan digital di masyarakat bisa terus meningkat. Transaksi jadi lebih mudah, menarik, dan pastinya bernilai tambah.

Bagus menutup dengan pernyataan:

“Kami terus memperkuat kapabilitas digital lewat pengembangan produk yang relevan, peningkatan kualitas layanan, dan optimalisasi ekosistem. Semua ini demi menghadirkan solusi keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.”

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar