BCA Salurkan Kredit Rp994 Triliun per Maret 2026, Tumbuh 5,6 Persen

- Kamis, 23 April 2026 | 18:45 WIB
BCA Salurkan Kredit Rp994 Triliun per Maret 2026, Tumbuh 5,6 Persen

JAKARTA Sampai dengan Maret 2026, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp994 triliun. Angka ini naik 5,6% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, bilang kalau momen Ramadan dan Idulfitri punya pengaruh besar terhadap kinerja kredit perusahaan di kuartal pertama tahun ini. Menurut dia, situasi global memang dinamis, tapi pihaknya tetap optimis menjaga performa tetap solid.

“Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” ujar Hendra dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal I/2026 secara daring, Kamis (23/4/2026).

Nah, sampai akhir Maret 2026, kredit BCA sebagian besar ditopang oleh kredit produktif. Nilainya mencapai Rp760,2 triliun, atau tumbuh 7,8% YoY dibandingkan posisi kuartal I/2025.

Di sisi lain, penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan juga tumbuh. Tepatnya di kuartal I/2026, kredit ke sektor ini naik 10% YoY menjadi Rp258,4 triliun. Jumlah itu setara dengan 26% dari total portofolio pembiayaan BCA.

Capaian tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit UMKM yang mencapai 12% YoY, dengan outstanding Rp146 triliun. Ini menunjukkan komitmen BCA dalam mendukung berbagai sektor perekonomian nasional.

Sementara itu, kredit hijau BCA atau green financing tumbuh 7,7% YoY, menyentuh angka Rp113 triliun. Salah satu pendorongnya adalah penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang melesat 53,5% YoY.

Hendra memastikan, perseroan selalu menyalurkan kredit dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin. Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga, masing-masing di level 5,1% dan 1,8%. Rasio pencadangan LAR dan NPL juga solid, yaitu 69,7% dan 174,6%.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) BCA hingga Maret 2026 mencapai Rp1.292,4 triliun. Angka ini tumbuh 8,3% YoY. Menariknya, porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK perseroan. Hasilnya, total laba BCA dan entitas anak hingga Maret 2026 mencapai Rp14,7 triliun.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar