Washington, 20 April 2026 – Suasana di rotunda Cannon House Office Building tiba-tiba berubah hening. Puluhan veteran militer Amerika Serikat, dengan seragam dan atribut dinas mereka, berdiri tegap. Di tangan mereka, selembar spanduk terbentang jelas menyerukan penghentian perang. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Aparat Kepolisian Capitol bergerak, dan sekitar lima lusin orang, termasuk para veteran dan anggota keluarga mereka, akhirnya dibawa keluar dengan tangan terbelenggu.
Menurut laporan, aksi protes ini menentang perang AS-Israel melawan Iran. Sekitar 60 orang terlibat. Mereka bukan cuma berorasi. Ada upacara khidmat pelipatan bendera untuk menghormati rekan-rekan mereka yang gugur di medan perang. Lalu, ada juga bunga tulip merah yang ditaburkan pelan-pelan di lantai sebuah simbol menyentuh untuk mengenang setiap korban jiwa dari Iran sejak konflik memanas akhir Februari lalu.
Tokoh Anti-Perang Ditangkap
Di antara yang ditangkap, ada nama Mike Prysner. Ia adalah Direktur eksekutif Center on Conscience and War.
“Perang ini sudah sangat tidak populer dan menjadi krisis bagi pemerintahan Trump,” ucap Prysner dengan suara lantang, sesaat sebelum ia ditahan.
Dia menambahkan, gelombang penolakan dari dalam tubuh militer sendiri mulai terasa. Lebih dari seratus anggota militer, katanya, sudah mengajukan status sebagai penolak wajib militer. Situasi seperti ini, menurutnya, bisa memberi tekanan politik yang jauh lebih besar kepada pemerintah.
Seruan untuk Tentara Aktif
Pesan serupa juga disampaikan oleh peserta lain, Tyler Romero. Ia punya pesan khusus untuk para prajurit yang masih aktif.
“Ini adalah momen paling penting dalam hidup kita, dan pilihan yang kalian ambil sangat berarti,” ujarnya.
Romero mengingatkan, keterlibatan dalam perang hanya akan menambah rantai penderitaan. Aksi damai ini sendiri digalang oleh koalisi beberapa organisasi. About Face, Veterans For Peace, dan Common Defense adalah beberapa di antaranya, didukung pula oleh keluarga-keluarga prajurit yang sudah muak dengan konflik bersenjata.
(Keysa Qanita)
Artikel Terkait
Mardiono Targetkan Indonesia Bebas Impor Beras Mulai 2025
Dua Calon Haji Soppeng Batal Terbang, Satu Hamil dan Satu Sakit
BRIN Kembangkan Makanan Praktis Berpemanas Tanpa Api untuk Jamaah Haji
Guru Besar IPB Tegaskan Data Stok Beras Pemerintah Valid Usai Sidak Prabowo