Beasiswa OSC 11 Tahun: 4.080 Penerima dan 2.300 Alumni Berkarya di Berbagai Sektor

- Selasa, 21 April 2026 | 10:45 WIB
Beasiswa OSC 11 Tahun: 4.080 Penerima dan 2.300 Alumni Berkarya di Berbagai Sektor

Sudah sebelas tahun berlalu. Dalam rentang waktu yang cukup panjang itu, Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) tak cuma mencetak lulusan. Lebih dari itu, mereka melahirkan alumni-alumni yang kini tersebar, berkarya, dan memberi kontribusi nyata di berbagai sektor. Fakta ini membuktikan satu hal: OSC bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Ia telah menjadi katalis untuk melahirkan generasi unggul yang dibutuhkan Indonesia ke depan.

Angka sebelas tahun, tentu saja, bukan cuma deretan angka. Ia punya cerita. OSC telah membuka jalan bagi ribuan anak muda dari berbagai penjuru untuk meraih cita-cita lewat bangku kuliah. Kini, gerakannya sudah meluas, tumbuh menjadi sebuah gerakan pendidikan yang dampaknya benar-benar terasa.

Bayangkan, sejak dimulai pada 2015 lalu, program ini sudah berkolaborasi dengan 40 perguruan tinggi. Konsepnya sederhana tapi brilian: menasionalkan beasiswa dari kampus-kampus mitra itu. Hasilnya? Anak-anak dari daerah terpencil sekalipun punya kesempatan yang sama. Mereka bisa ikut seleksi secara online, tanpa terkendala jarak dan biaya transportasi. Sungguh sebuah terobosan.

Lalu, bagaimana angka riilnya? Dari 2015 hingga 2025, OSC telah mendistribusikan 4.080 beasiswa untuk jenjang S1 dan S2. Impresif, bukan? Tapi ceritanya tidak berhenti di wisuda.

Sekitar 2.300 alumni sudah terjun ke dunia profesional. Mereka membawa semangat baru, energi perubahan yang bermula dari sebuah kesempatan yang dulu mereka dapatkan. Nah, untuk mendukung perjalanan mereka selama kuliah, OSC juga tidak main-main. Sebanyak 4,3 Miliar rupiah dana living cost telah disalurkan. Dana itu membantu mahasiswa bertahan dan fokus mengembangkan diri, tanpa terbebani urusan sehari-hari.

Jadi, di usia ke-11 ini, OSC sudah menjelma menjadi sesuatu yang lebih besar. Ia bukan lagi program beasiswa biasa. Melainkan sebuah jembatan. Jembatan yang kokoh, menghubungkan harapan dengan kesempatan, dan pada akhirnya, membawa kita semua pada masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar