Menteri Sosial Apresiasi Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat di Sulteng

- Senin, 20 April 2026 | 15:45 WIB
Menteri Sosial Apresiasi Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat di Sulteng

Ruang Pogombo di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pagi itu riuh. Bukan oleh rapat birokrasi, melainkan oleh yel-yel penuh semangat dan irama tarian tradisional. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, menyaksikan langsung penampilan siswa-siswa Sekolah Rakyat. Ia terlihat tersenyum, mengapresiasi setiap penampilan mulai dari pidato bahasa Inggris hingga puisi.

Acara dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden itu memang lebih dulu dihidupkan oleh para pelajar. Mereka datang dari SRMP 22 Sigi dan SRT 20 Palu, menunjukkan bahwa program rintisan ini tak hanya wacana.

“Saya berterima kasih dengan Pak Gubernur Sulawesi Tengah beserta Bupati Sigi yang selama ini gigih mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).

Apresiasi itu ia sampaikan usai menghadiri acara tersebut. Menurutnya, dalam waktu kurang dari dua semester, perubahan pada siswa sudah nyata terlihat. Mereka tampak lebih optimis dan percaya diri.

“Kita lihat perkembangan siswa-siswanya ya. Kita terharu mereka optimis, mereka punya rasa percaya diri yang luar biasa dan penting mereka tetap bangga sama orang tuanya, bangga sama keluarganya,” ujar Gus Ipul.

Tak cuma itu. Ia menambahkan, komitmen para siswa untuk menjadi generasi tangguh bagian dari Indonesia Emas 2045 juga sangat kuat. Mereka memanfaatkan betul kesempatan bersekolah ini.

Di sisi lain, pembangunan fisik terus digenjot. Saat ini, beberapa titik Sekolah Rakyat permanen sedang dibangun di Palu, Sigi, Buol, dan Tojo Una-una.

“Kita harapkan sesuai target presiden, setiap kabupaten kota sekurang-kurangnya memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat,” jelas Gus Ipul. Untuk tingkat provinsi, targetnya bisa dua hingga empat gedung, tergantung kebutuhan nanti.

Harapannya jelas: makin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang bisa mengenyam pendidikan berkualitas.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyebut bahwa selain empat titik yang sudah diusulkan, lokasi lain masih dalam proses. Beberapa kabupaten lagi sedang mempersiapkan lahannya.

“Menyusul yang kabupaten lain sementara mempersiapkan lahan. Insyaallah segera kita usulkan ke Pak Menteri kalau sudah lengkap tanahnya,” kata Anwar.

“Kita akan selesai bangunannya ini nanti akan ada seribu siswa terintegrasi yang ada di dalam sekolah rakyat tersebut,” sambungnya penuh keyakinan.

Kolaborasi Kemensos dan Pemprov Sulteng ternyata tak berhenti di Sekolah Rakyat. Mereka juga sedang fokus memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kuncinya ada di pemutakhiran data dari tingkat daerah yang akurat.

“Data itu harus apa adanya dari tempat masing-masing,” tegas Anwar. Setelah diverifikasi BPS, hasilnya akan berbentuk perengkingan desil 1 hingga 10 yang menjadi acuan kebijakan.

Kegiatan hari itu dihadiri juga oleh Wagub Reny A Lamadjido, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wabup Samuel Yansen Pongi, serta sejumlah pejabat terkait. Mereka menyaksikan sendiri, program ini mulai membuahkan hasil yang konkret bukan sekadar angka di laporan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar