BOGOR Komitmen untuk bersih dari barang terlarang ditegaskan kembali oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor. Tak main-main, langkah ini diwujudkan dalam bentuk apel dan ikrar bersama bertajuk "Zero Halinar".
Menurut Kepala Lapas, Bambang Widjanarko, komitmen itu wajib dipatuhi semua orang. Dari petugas hingga warga binaan, tak ada pengecualian.
"Hari ini kami melaksanakan ikrar dan apel Zero Halinar. Kami berkomitmen untuk mewujudkan lapas yang bersih dari handphone, pungli, maupun narkoba," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Aturannya jelas: siapa pun yang melanggar bakal ditindak tegas. "Sasarannya seluruh pegawai dan warga binaan. Jika ditemukan pelanggaran, akan kami tindak sesuai ketentuan," tegas Bambang.
Nah, komitmen itu bukan sekadar wacana. Sebagai bukti, pihak lapas baru-baru ini memusnahkan puluhan handphone hasil razia. Jumlahnya mencapai 55 unit yang diamankan hanya dalam kurun Januari hingga Maret 2026.
Memang, handphone ilegal masih jadi masalah. Bambang mengungkapkan, barang-barang itu biasanya dipakai warga binaan untuk kontak dengan pihak luar. Padahal, fasilitas wartel khusus sebenarnya sudah disediakan.
"Biasanya untuk menghubungi keluarga. Mereka tetap berusaha mencari celah. Karena itu, razia kami lakukan rutin setiap hari," jelasnya.
Konsekuensinya berat. Bagi warga binaan yang ketahuan, sanksinya adalah dimasukkan ke sel pengasingan dan dicatat dalam Register F. Artinya, berbagai hak mereka bakal dicabut.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga digencarkan. Tes urin bagi warga binaan, misalnya, dilakukan secara berkala untuk mengawasi kemungkinan penyalahgunaan narkoba. "Ini bagian dari pengawasan kami," kata Bambang.
Meski razia digelar tiap hari, modus penyelundupan masih terus didalami. Pihak lapas mengaku belum sepenuhnya mengungkap semua celah. "Masih kami dalami," katanya singkat.
Yang pasti, barang terlarang apa pun yang ditemukan tak akan diberi ampun. "Langsung kami musnahkan dan kami proses sesuai aturan," pungkas Bambang menegaskan. Upaya menciptakan lingkungan lapas yang bersih, rupanya, masih menjadi pertaruhan sehari-hari.
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Desak Pemeriksaan Timothy Ronald dalam Kasus Dugaan Penipuan Trading Kripto Rp400 Miliar
Gibran Sebut Jusuf Kalla Mentor dan Idola, Akui Banyak Belajar dari Seniornya
Pemerintah Targetkan Groundbreaking 5 Proyek Sampah Jadi Listrik pada Juni 2026
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.181 per Dolar AS, Tertekan Geopolitik dan Lonjakan Jatuh Tempo Utang