Bandung - Saat Ramadan dan jelang Idulfitri, biasanya lonjakan kebutuhan listrik justru diikuti ancaman gangguan. Tapi tahun ini ceritanya beda. PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) malah berhasil memangkas gangguan sistem kelistrikan hingga hampir 44 persen. Angka yang cukup impresif, mengingat beban jaringan pasti jauh lebih berat.
Rahasianya? Sebuah program bernama SIGEULIS yang digagas UPT Bandung. Intinya, pendekatan lama diubah total. Mereka tak lagi bergerak sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat, Perhutani, bahkan pengembang perumahan jadi kunci utama. Tujuannya jelas: menjaga jaringan transmisi, terutama di titik-titik yang selama ini rawan bermasalah.
Menurut Manager PLN UPT Bandung, Rudi Wahono, program ini punya dua sisi. Selain perbaikan teknis, edukasi ke publik juga digencarkan.
"Lewat SIGEULIS, kami tak cuma urusan kabel dan tiang. Kami juga sosialisasi ke warga soal jarak aman dari jaringan listrik. Hasilnya nyata. Gangguan turun drastis, 43,7%, dan yang penting, zero accident di area aset transmisi," jelas Rudi di Bandung, Rabu (4/4/2026).
Ia menambahkan, pola kerja kolaboratif ini memungkinkan potensi gangguan baik sebelum atau saat lebaran bisa ditangani dengan cepat. Bahkan, seringkali tanpa perlu memadamkan listrik pelanggan sama sekali.
Pencapaian ini menunjukkan perubahan cara kerja PLN. Mereka kini lebih proaktif. Daripada menunggu gangguan terjadi, tim lebih fokus pada pemetaan risiko dan perbaikan anomali secara sistematis sejak dini.
Di sisi lain, General Manager PLN UIT JBT, Handy Wihartady, menegaskan bahwa keandalan listrik saat hari raya adalah prioritas mutlak.
"Bagi kami, itu harga mati. Keberhasilan SIGEULIS membuktikan sinergi dan respons cepat di lapangan adalah kunci pelayanan prima. Kami tidak menunggu. Kami mencegah. Seluruh personel siaga 24 jam. Biar insan PLN yang kerja keras, yang penting masyarakat bisa tenang beribadah dan berkumpul keluarga saat Idulfitri nanti," tegas Handy.
Tak hanya itu, sistem monitoring juga dipastikan berjalan optimal dan terintegrasi penuh selama masa siaga. Dengan persiapan matang dan kolaborasi yang sudah terjalin, PLN optimis pasokan listrik tetap andal. Harapannya, masyarakat bisa merayakan momen bahagia tanpa bayang-bayang pemadaman.
Artikel Terkait
Inggris dan Prancis Pimpin Misi Multinasional Amankan Selat Hormuz
Leverkusen Tumbang di Kandang, Peluang Liga Champions Kian Menipis
India Protes ke Iran Usai Kapal Tankernya Ditembak di Selat Hormuz
Anggota DPR Soroti Keamanan dan Transparansi Dana Haji 2026 di Tengah Ketegangan Global