Suasana di kabinet Netanyahu mendadak tegang. Pasalnya, pengumuman gencatan senjata di Lebanon yang disampaikan Presiden AS Donald Trump ternyata bikin sejumlah menteri Israel naik pitam. Mereka merasa tak dilibatkan dalam proses keputusan penting itu.
Menurut laporan Yedioth Ahronoth yang dikutip Anadolu Agency, Netanyahu hanya memberi tahu kabinet keamanannya lewat telepon. Itu pun cuma berlangsung beberapa menit saja, Kamis (16/4) lalu. Alih-alih rapat atau voting seperti biasa, sang PM sekadar memberi informasi sepintas. Para menteri, ya, cuma didengarin.
“Marah” – begitu kata media lokal itu menggambarkan reaksi para menteri. Mereka kesal karena sama sekali tak diinfokan sebelumnya soal rencana Trump itu.
Di sisi lain, stasiun TV KAN melaporkan Netanyahu memang tak punya waktu untuk memberi pengarahan detail. Jadinya, keputusan dari Washington itu seperti jatuh dari langit. Netanyahu sendiri disebutkan menyatakan gencatan senjata akan berlaku mulai Kamis tengah malam, atas permintaan Trump. Pasukan Israel, katanya, akan tetap di posisi mereka untuk sementara.
Gara-gara ini, kritik pun berdatangan, terutama dari kubu oposisi.
Yair Lapid, pemimpin oposisi, tak sungkan menyampaikan kecamannya lewat X. “Ini bukan pertama kalinya janji pemerintahan ini gagal di kenyataan,” tulisnya pedas.
Tak kalah keras, Avigdor Lieberman dari Partai Yisrael Beiteinu juga bersuara. Ia menyebut gencatan senjata di Lebanon itu tak lebih dari pengkhianatan terhadap warga Israel di wilayah utara.
Jadi, situasinya rumit. Di dalam kabinet sendiri ada kemarahan karena prosedur dianggap dilangkahi. Sementara di luar, tekanan politik kian menguat. Netanyahu jelas sedang dihimpit dari berbagai sisi.
Artikel Terkait
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ton Bawang di Pontianak
Ratusan Kapal Nelayan Cirebon Menganggur Akut Akibat Kelangkaan Solar
Petugas Jakarta Barat Dapat Apresiasi Rp 25 Ribu per Kg dan Jalan ke Ancol Atas Penangkapan Ikan Sapu-Sapu
Polisi Bongkar Peredaran Tramadol dan Hexymer Berkedok Toko Ikan Cupang di Petojo