Menteri Israel Murka, Netanyahu Dikritik Soal Gencatan Senjata Lebanon yang Tiba-tiba

- Jumat, 17 April 2026 | 10:30 WIB
Menteri Israel Murka, Netanyahu Dikritik Soal Gencatan Senjata Lebanon yang Tiba-tiba

Suasana di kabinet Netanyahu mendadak tegang. Pasalnya, pengumuman gencatan senjata di Lebanon yang disampaikan Presiden AS Donald Trump ternyata bikin sejumlah menteri Israel naik pitam. Mereka merasa tak dilibatkan dalam proses keputusan penting itu.

Menurut laporan Yedioth Ahronoth yang dikutip Anadolu Agency, Netanyahu hanya memberi tahu kabinet keamanannya lewat telepon. Itu pun cuma berlangsung beberapa menit saja, Kamis (16/4) lalu. Alih-alih rapat atau voting seperti biasa, sang PM sekadar memberi informasi sepintas. Para menteri, ya, cuma didengarin.

“Marah” – begitu kata media lokal itu menggambarkan reaksi para menteri. Mereka kesal karena sama sekali tak diinfokan sebelumnya soal rencana Trump itu.

Di sisi lain, stasiun TV KAN melaporkan Netanyahu memang tak punya waktu untuk memberi pengarahan detail. Jadinya, keputusan dari Washington itu seperti jatuh dari langit. Netanyahu sendiri disebutkan menyatakan gencatan senjata akan berlaku mulai Kamis tengah malam, atas permintaan Trump. Pasukan Israel, katanya, akan tetap di posisi mereka untuk sementara.

Gara-gara ini, kritik pun berdatangan, terutama dari kubu oposisi.

Yair Lapid, pemimpin oposisi, tak sungkan menyampaikan kecamannya lewat X. “Ini bukan pertama kalinya janji pemerintahan ini gagal di kenyataan,” tulisnya pedas.

Tak kalah keras, Avigdor Lieberman dari Partai Yisrael Beiteinu juga bersuara. Ia menyebut gencatan senjata di Lebanon itu tak lebih dari pengkhianatan terhadap warga Israel di wilayah utara.

Jadi, situasinya rumit. Di dalam kabinet sendiri ada kemarahan karena prosedur dianggap dilangkahi. Sementara di luar, tekanan politik kian menguat. Netanyahu jelas sedang dihimpit dari berbagai sisi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar