Di Islamic Center NTB, suasana tampak hidup. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, berdialog dengan ratusan siswa. Topiknya satu: program magang ke Jepang. Ia tak sekadar menyosialisasikan program itu, tapi berusaha memantik semangat. Yandri menggambarkan dunia kerja internasional, mendorong para pemuda NTB untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Namun begitu, ada pesan yang ia tekankan. "Kalian harus belajar sungguh-sungguh," ujarnya. Persaingan ketat, kesempatan ini jangan disia-siakan.
"Apa yang terjadi di Jepang sebagai sesuatu hal yang sangat baik untuk kemajuan adik-adik bawa ke Indonesia. Setelah sukses di sana jangan sampai nggak pulang, pulanglah ke Indonesia,"
Pesan itu disampaikannya Kamis lalu, dalam sebuah keterangan tertulis. Intinya jelas: jangan tinggalkan nasionalisme. Raih pengalaman di Negeri Sakura, lalu bawa pulang ke tanah air.
Dialog itu melibatkan banyak pihak. Mulai dari alumni magang Jepang, peserta pelatihan bahasa, siswa SMK dan SMA, hingga pendamping desa profesional. Ribuan pemuda NTB konon sedang disiapkan Disnakertrans untuk berangkat. Bagi Yandri, program ini adalah peluang emas. Kesuksesan, katanya, bisa diraih meski berasal dari desa tertinggal sekalipun.
Ia bicara dari pengalaman pribadi. Lahir dari desa dengan ekonomi serba kekurangan, Yandri yakin keterbatasan bukan penghalang. Asal ada kemauan dan kerja keras, jalan akan terbuka.
"Masa depan anak-anak sekalian bukan di tangan orang lain tapi di diri sendiri mau jadi apa. Jangan merasa tidak mampu. Selama kita optimis, kuat, rajin, tidak melawan orang tua, baik sama lingkungan pasti akan ada jalan," tuturnya lagi.
Acara yang juga dihadiri Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, itu berlangsung interaktif. Yandri menyempatkan berbincang langsung dengan beberapa siswa soal cita-cita. Ada sesi tanya jawab, dan ia memberi apresiasi pada setiap siswa yang berani naik panggung.
Menurutnya, hal semacam itu penting. Untuk mengasah kemampuan, sekaligus membangun kepercayaan diri di depan umum. Di sisi lain, ia punya pesan khusus bagi calon peserta magang.
"Adik-adik berangkat bukan atas nama pribadi tapi atas nama merah putih atas nama Indonesia. Jadi harus jaga diri jaga nama Indonesia, tolong jaga nama baik bangsa kita termasuk budaya kita,"
Pesan terakhirnya tegas. Mereka akan menjadi duta. Maka, selain belajar dan bekerja keras, tugas mereka adalah memperkenalkan segala hal baik tentang Indonesia di sana.
Artikel Terkait
Guru Besar Jayabaya Desak Revisi UU Kepailitan, Fokus pada Restrukturisasi Daripada Likuidasi
Nenek 72 Tahun di Subang Tewas Terikat, Diduga Korban Perampokan
Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Ditahan Usai Putusan Hakim
Puluhan Rumah Rusak Parah Diterjang Puting Beliung di Bangka Barat