Dirjen Bea Cukai Blusukan ke Tiga Kantor, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan 2026

- Kamis, 16 April 2026 | 17:15 WIB
Dirjen Bea Cukai Blusukan ke Tiga Kantor, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan 2026

Kinerja penerimaan negara dan integritas pegawai jadi fokus utama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, dalam kunjungannya ke tiga kantor wilayah. Ia blusukan ke Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, memastikan target tahun 2026 tetap dijalankan meski situasi global sedang tidak menentu.

“Di kondisi global yang tengah terjadi konflik, kita tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan dan pengawasan,” tegas Djaka dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4/2026).

Pertama, ia mampir ke Bea Cukai Kudus. Kantor ini, katanya, sudah berubah. Dulu dikenal urusan cukai, sekarang berkembang pesat juga di sektor kawasan berikat. Djaka minta fokus di dua bisnis inti itu dijaga. Optimisme untuk capai target penerimaan tahun ini harus tetap dikobarkan. Tapi, ia ingatkan, jangan sampai lupa soal integritas. Prinsip zero fraud harus jadi pegangan, jangan ada tindakan yang bikin masyarakat kecewa.

Menurutnya, kerja bagus nggak bisa dicapai sendirian. Butuh kolaborasi yang solid. Apalagi di tengah ketidakpastian global, Bea Cukai harus pintar-pintar menyeimbangkan antara memaksimalkan penerimaan negara dan memberi kemudahan pada pelaku usaha. Semua itu tanpa mengorbankan kualitas pengawasan.

Perjalanan berlanjut ke Kediri. Di sini, Djaka apresiasi capaian yang sudah diraih. Tapi, ya, selalu ada ruang untuk perbaikan. Ia mendorong agar penerimaan bisa ditingkatkan lagi. Soal integritas, ia angkat bicara terkait aduan masyarakat dan operasi tangkap tangan yang sempat terjadi. “Itu harus jadi peringatan dini buat kita semua untuk berbenah,” ujarnya.

Memang, tantangannya nyata. Jumlah kawasan berikat di wilayah Jawa Timur II bertambah, sementara sumber daya manusia terbatas. Solusinya? Inovasi dan pemanfaatan teknologi biar pelayanan tetap optimal. Ada isu lain yang juga menggelisahkan: ketergantungan penerimaan pada industri rokok. Djaka tegas, pengawasan harus diperkuat untuk melindungi industri legal dari serbuan rokok ilegal.

“Kalau kita ingin tetap dipercaya, tunjukkan kinerja terbaik kita,” katanya.

Kunjungan ditutup di Pasuruan, yang disebut-sebut sebagai tulang punggung penerimaan cukai nasional. Perannya strategis banget.

“Bea Cukai Pasuruan merupakan penyumbang penerimaan cukai terbesar di Indonesia. Saya hadir di sini untuk bersama-sama memastikan target penerimaan dapat tercapai,” ujar Djaka.

Di titik akhir ini, pesannya konsisten: kerja tim dan integritas adalah fondasi. Keberhasilan nggak cuma dilihat dari angka, tapi juga dari kontribusi nyata menjaga stabilitas negara dan mendukung ekonomi nasional. Pengawasan terhadap modus-modus pelanggaran baru di bidang kepabeanan dan cukai juga harus makin digencarkan.

Rangkaian kunjungan ini bukan cuma evaluasi internal. Dampaknya diharapkan bisa dirasakan langsung masyarakat. Dengan integritas dan kinerja yang kuat, Bea Cukai berkomitmen menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan akuntabel. Di sisi lain, pengawasan yang efektif akan menciptakan iklim usaha yang sehat, melindungi industri dalam negeri dari praktik-praktik nakal. Intinya, institusi ini berusaha terus memperbaiki diri, ingin dikenal sebagai lembaga profesional yang kebijakannya berdampak nyata bagi bangsa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar