Beijing tak hanya jadi pusat politik, tapi juga denyut nadi maritim dunia. Nah, dalam kunjungan resmi ke Maritime Safety Administration of the People's Republic of China, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menunjukkan langkah serius. Mereka ingin mempererat kerja sama di bidang yang sering luput dari sorot: survei dan sertifikasi kapal.
Rencananya, ini bukan sekadar kunjungan biasa. Menurut Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, kunjungan ini adalah bagian dari persiapan pembukaan layanan BKI di Tiongkok. Tujuannya jelas: mendekatkan diri pada pelanggan.
"Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi BKI untuk memperluas jangkauan layanan serta mendekatkan dukungan teknis kepada pelanggan di kawasan Asia dan pasar global,"
terang Benny dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Jadi, selain membuka unit layanan baru, pembicaraan juga menyentuh peluang kerja sama teknis. Mulai dari penyelenggaraan layanan klasifikasi hingga penguatan sistem untuk keselamatan maritim. Intinya, BKI ingin lebih hadir.
Di sisi lain, langkah ekspansi ini punya bobot strategis. BKI tak cuma membuka kantor baru. Mereka sedang membangun kredibilitas di panggung global. Ini sekaligus menjadi bagian dari proses menuju keanggotaan di International Association of Classification Societies (IACS) sebuah asosiasi bergengsi di dunia klasifikasi kapal.
Lantas, apa dampaknya?
Menurut Benny, kehadiran fisik di jantung aktivitas maritim global seperti Tiongkok itu krusial. Bukan sekadar simbolis.
"Kehadiran BKI di pusat aktivitas maritim global penting untuk memastikan layanan yang responsif dan sesuai kebutuhan industri,"
harap dia.
Dengan kata lain, harapannya ganda. Pertama, tentu memperkuat peran dalam menjaga keselamatan pelayaran. Kedua, meningkatkan kualitas dan kemudahan akses bagi para pengguna jasa internasional. Bayangkan armada kapal Indonesia yang beroperasi di sana, misalnya. Dukungan teknis akan jadi lebih cepat dan tepat.
Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu hal: memperkuat posisi BKI. Sebagai badan klasifikasi nasional, mereka ingin menunjukkan taringnya. Bisa bersaing, sekaligus berkontribusi nyata dalam industri maritim internasional yang sangat dinamis. Langkahnya sudah diambil. Tinggal menunggu hasilnya di lapangan.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun Tembak Mati 9 Orang di Sekolah Turki, Profil WhatsApp Tampilkan Pelaku Penembakan AS
Menteri Yandri Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang, Tekankan Pulang Bawa Ilmu
Helikopter dengan 8 Orang di Dalamnya Hilang Kontak di Kalimantan Barat
Polisi Selidiki Penemuan Jasad Perempuan di Rumahnya Sendiri di Serpong