Kalau kita bicara soal pendidikan di Indonesia Timur, ceritanya seringkali bikin hati miris. Fasilitas seadanya, akses yang sulit itu gambaran umum yang sudah lama melekat. Nah, kondisi memprihatinkan ini rupanya juga menarik perhatian seorang pengusaha ternama, Pablo Benua. Pria yang akrab disapa Sultan Sentul ini tak cuma prihatin. Lewat organisasi advokat yang kini ia pimpin, Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI), ia coba gerakkan sesuatu.
Di sela acara halal bihalal yang dihadiri ratusan anggota KNAI dari berbagai daerah, Pablo bercerita. Awal ketertarikannya ternyata berawal dari rumah. Dari sang istri, Rey Utami.
"Isteri saya itu punya kepekaan sosial yang luar biasa," ujar Pablo.
Dia melanjutkan, kalau kita lihat konten Youtube Rey, hampir semuanya tentang berbagi. Tapi belakangan, setelah resmi menjadi advokat, perhatiannya semakin kuat tertuju pada dunia pendidikan. Terutama pendidikan di kawasan timur.
Pablo bahkan menuturkan momen-momen personal. Rey kerap menunjukkan foto atau video kondisi sekolah di sana saat mereka berdua sedang berbincang. Tak jarang, matanya berkaca-kaca. "Sampai nangis, lho, lihat kontrasnya dengan kondisi anak-anak sekolah di Jawa," ceritanya sambil tersenyum penuh makna. Ekspresi melankolis sang istri itu rupanya yang mendorongnya untuk bertindak lebih jauh.
Namun begitu, ternyata bukan cuma Rey yang merasa tersentuh. Rasa empati yang sama juga menyebar di kalangan anggota KNAI. Jadi ketika Pablo mengajak rekan-rekan lawyernya untuk bergerak, responsnya sungguh di luar dugaan.
Artikel Terkait
Probolinggo Uji Coba Sistem Tiket Online untuk Masuk Kawasan Bromo
Jateng Perketat Pemeriksaan Kesehatan Ternak Jelang Iduladha dengan Program Healing
Sidang Ungkap Sertifikat Laik Fungsi Gedung Terra Drone Kedaluwarsa Sejak 2020
Deddy Corbuzier Kritik Pedas Konten Hinaan Steven Wongso Terhadap Orang Gemuk