Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, Susilo Bambang Yudhoyono menyuarakan keprihatinannya. Mantan presiden yang akrab disapa SBY itu bicara blak-blakan soal konflik antara Amerika dan Iran. Intinya, dia ingin perang itu segera berhenti.
Kalau terus berlarut, dampaknya bakal terasa ke mana-mana. SBY mewanti-wanti, seluruh negara bakal ikut merasakan imbasnya. Ekonomi global? Bisa berantakan.
“Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena. Ekonomi akan berantakan di seluruh dunia,” ujarnya.
Pernyataan itu dia sampaikan dalam acara Supermentor yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Selasa lalu. Lokasinya di Kuningan, Jakarta Selatan.
Menurut SBY, jalan keluarnya cuma satu: negosiasi. Tapi bukan sembarang negosiasi. Perlu ada kompromi dari semua pihak yang bertikai.
“Dan memang semua tahu, tidak ada resep yang ajaib untuk sebuah deal kesepakatan, perlu ada take and give, compromise. Kesediaan untuk mundur satu langkah ke belakang masing-masing pihak yang sedang berunding,” katanya tegas.
Pesan SBY jelas. Dunia butuh perdamaian, dan itu dimulai dari kesediaan untuk beri dan menerima.
Artikel Terkait
BSI Maslahat Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026 Berkat Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan
Pengendara Mobil Ancam Petugas Dishub dengan Kunci Roda di Lenteng Agung, Kemacetan Picu Emosi
Pengamat Nilai Teddy Indra Wijaya Tepat Pilih Fokus pada Tugas di Tengah Sorotan Publik
Pemerintah Wajibkan Ekspor CPO, Batu Bara, dan Ferro Alloy Lewat Satu Pintu Mulai Juni 2026 untuk Basmi Praktik Under Invoicing