Program Makan Bergizi Lombok Tengah Dongkrak Perekonomian Peternak Lokal

- Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB
Program Makan Bergizi Lombok Tengah Dongkrak Perekonomian Peternak Lokal

Lombok Tengah, NTB – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata punya efek riak yang lebih luas. Tak cuma murid sekolah yang merasakan manfaatnya, pelaku ekonomi lokal pun ikut merasakan dampak positifnya. Salah satunya adalah para peternak telur ayam di daerah ini.

Ambil contoh Hamzan Wadi. Peternak asal Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah ini, kini jadi salah satu pemasok telur untuk dapur MBG di wilayahnya. Bagi Hamzan, kerja sama ini membawa angin segar bagi usahanya.

"Jual ke dapur MBG itu lebih untung. Pembayarannya tunai, jadi modal buat pelihara ayam bisa muter lebih lancar," ujar Hamzan, ditemui Senin (13/4/2026).

Ia membeberkan, satu tray telur ayam ras ukuran besar bisa laku sekitar Rp 50 ribu. Menurutnya, kondisi ini jauh lebih menguntungkan ketimbang harus menjajakan ke pasar tradisional. Di pasar, seringkali dia harus menunggu pembeli dan pembayarannya pun tidak selalu langsung cair. Prosesnya bisa berlarut-larut.

Di sisi lain, situasi harga kebutuhan pokok pasca Lebaran mulai menunjukkan perbaikan. Lalu Setiawan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lombok Tengah, menyebut harga-harga di pasar tradisional sudah kembali normal, termasuk harga telur.

"Kalau dibandingkan sebelum Lebaran, harga telur sekarang sudah stabil," jelas Setiawan.

Namun begitu, ia mengakui ada keluhan yang beredar. Beberapa pihak mengaitkan kenaikan harga sembako dengan tingginya permintaan dari program MBG. Menanggapi hal ini, Setiawan menegaskan perlunya verifikasi.

"Tidak serta-merta semua kenaikan harga itu karena MBG. Banyak faktor yang memengaruhi, harus dilihat secara menyeluruh," tambahnya.

Jadi, program ini tak hanya sekadar urusan perut dan gizi anak sekolah. Lebih dari itu, MBG diharapkan bisa menjadi penggerak roda ekonomi lokal, dengan melibatkan langsung para pelaku usaha di daerah. Seperti yang dirasakan Hamzan, dampaknya nyata dan langsung terasa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar