“Jadi, kami akan kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan,” lanjut Vance. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan batasan dan syarat-syarat mereka dengan sangat jelas. Apa yang bisa mereka akomodasi, dan apa yang tidak. Sayangnya, menurutnya, Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan AS.
Lalu, apa sebenarnya yang ditolak oleh Tehran? Vance enggan merinci detailnya. Tapi intinya, menurut dia, menyangkut isu nuklir yang selalu jadi titik panas.
“Faktanya adalah kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mengembangkan senjata nuklir,” tegasnya.
Bukan hanya komitmen untuk saat ini atau dua tahun ke depan, melainkan jaminan jangka panjang. Itulah tujuan utama Presiden AS dalam diplomasi ini, dan itulah yang coba dicapai lewat perundingan di Islamabad. “Kita belum melihatnya,” ucap Vance dengan nada kecewa, meski masih menyisipkan harapan. “Kami berharap akan melihatnya.”
Dengan ditutupnya babak perundingan ini, suasana kembali mencekam. Dunia pun menunggu langkah selanjutnya dari kedua negara, sementara jalan damai lewat dialog untuk sementara terlihat kembali menjauh.
Artikel Terkait
Legenda Persija dan Timnas Era 70-an, Sutan Harhara, Meninggal Dunia
Kaesang Soroti Banyak Mantan Kader Partai Lain Pimpin Wilayah PSI
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Simeulue, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi