Suasana di Pangkalan Udara Militer Seongnam, Selasa malam (31/3), cukup berbeda dari biasanya. Dentuman keras menggema sebanyak 21 kali, bukan suara latihan tempur, melainkan sebuah penghormatan. Meriam salvo itu mengiringi turunnya Presiden Prabowo Subianto dari pesawat Garuda Indonesia-1 yang baru saja mendarat pukul 19.15 waktu setempat.
Kedatangannya di Seoul ini memang ditunggu. Langsung saja, upacara penyambutan resmi digelar. Di bawah tangga pesawat, pasukan jajar kehormatan sekitar 20 personel berdiri tegak memberi salam. Presiden ke-8 Indonesia itu pun menyempatkan diri meninjau mereka.
Nah, setelah prosesi militer itu selesai, giliran para pejabat yang maju. Dari pihak Korea Selatan, Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Kim Sungwhan hadir menyambut. Tak ketinggalan, Kepala Protokol Negara Kim Tae-jin dan Duta Besar Designate untuk Indonesia, Yoon Soongu.
Dari sisi Indonesia, Duta Besar RI di Seoul Cecep Herawan dan Atase Pertahanan Kolonel Penerbang Muhammad Arif juga tampak berada di barisan terdepan. Mereka lah yang memastikan segala sesuatunya berjalan mulus sejak awal.
Kunjungan ini, tentu saja, bukan sekadar formalitas. Agenda Prabowo di ibu kota Korea Selatan cukup padat. Puncaknya nanti adalah pertemuan dengan Presiden Republik Korea di Blue House. Harapannya jelas: memperkuat ikatan yang sudah terjalin lama antara kedua negara.
Artikel Terkait
Kondisi Psikologis Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Dilaporkan Stabil
Polisi Tangkap Pengedar 100 Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tanjung Priok
Yamaha Imbau Pemeriksaan Motor Usai Mudik Lebaran
Kolaborasi Swasta-Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Maluku Utara