Ia mengakui, perjalanan dari tanam hingga panen tak sepenuhnya mulus. Ada kendala cuaca, hujan yang tak menentu, plus serangan hama yang harus dihadapi. Namun begitu, hasil akhirnya tetap bisa dibilang memuaskan.
Program penghijauan lahan ini sejatinya adalah turunan dari instruksi Kapolri. Perintah itu kemudian diteruskan oleh Kapolda Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari gerakan nasional memperkuat ketahanan pangan.
Ke depan, rencananya akan lebih luas lagi. Polres Tapin sudah menyiapkan strategi perluasan lahan tanam, tentu dengan menggandeng Dinas Pertanian setempat.
Dampaknya diharapkan tak sekadar untuk pangan. Program ini juga diharapkan bisa menggerakkan roda ekonomi warga, terutama petani di Tapin Utara. Dengan pendampingan dari kepolisian dan dukungan swasta, petani setidaknya punya kepastian bahwa hasil jerih payah mereka akan terserap pasar.
Pada akhirnya, langkah Polres Tapin ini bisa jadi contoh. Sebuah teladan sederhana bahwa lahan terlantar di mana-mana sebenarnya menyimpan harapan. Jika diolah dengan niat dan sinergi yang tepat, ia bukan hanya bisa menghijau, tapi juga menyejahterakan.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Wisatawan Tewas Tersambar Petir Saat Mandi di Pantai Lumajang
Wisatawan Tewas Tersambar Petir Saat Mandi di Pantai Bambang, Lumajang
Gelombang Arus Balik Lebaran Tiba di Bandung, 22 Ribu Pemudik Sudah Kembali
Ushuaia, Kota Paling Selatan di Dunia yang Jadi Gerbang Menuju Antartika