Kemacetan H+2 Puncak Capai Rekor, 89 Ribu Kendaraan Padati Jalan

- Selasa, 24 Maret 2026 | 08:35 WIB
Kemacetan H+2 Puncak Capai Rekor, 89 Ribu Kendaraan Padati Jalan

Kemacetan parah kembali menyergap kawasan Puncak, Bogor, usai Lebaran. Kali ini, puncak kepadatan justru terjadi pada H 2, Senin kemarin. Data dari kepolisian mencatat, volume kendaraan yang memadati jalan utama di sana mencapai angka fantastis: 89 ribu unit.

Angka itu tercatat dalam rentang waktu yang cukup panjang, dari tengah malam hingga pukul sepuluh malam. Menariknya, jumlah ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi sejak hari raya Idul Fitri dirayakan pada Sabtu lalu.

KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, memberikan penjelasan lebih rinci.

"Kalau dibandingin sama dua hari sebelumnya, Sabtu dan Minggu, data sampai jam 22.00 WIB ini memang yang tertinggi. Maksudnya, sudah nyampe 89.000 mobil, baik yang naik ke Puncak maupun yang turun," ujar Ardian, Selasa (24/3/2026).

Perlu diingat, angka sebanyak itu hanya mencakup kendaraan roda empat yang terpantau melalui gerbang tol. Artinya, kemungkinan besar jumlah sebenarnya yang membludak di jalanan lebih banyak lagi, jika ditambah kendaraan lain yang masuk dari jalur alternatif.

Untuk mengurai kemacetan yang sudah diprediksi bakal terjadi, polisi pun menjalankan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way. Menurut Ardian, sistem ini diterapkan dua kali dalam sehari itu.

Pagi harinya, one way diberlakukan menuju Puncak. Lalu, siang hingga sore harinya, arus dibalik ke arah Jakarta. Rekayasa pagi berlangsung sekitar lima jam lebih, dari pukul setengah tujuh hingga mendekati tengah hari. Pada periode ini saja, lalu lintas yang masuk dan keluar tol sudah mencapai 42 ribu kendaraan.

"Nah, pas kami terapkan one way turun, dari Puncak ke Jakarta, datanya yang terkumpul sampai jam 10 malam mencapai 46.000 kendaraan," jelas Ardian.

Dari perbandingan angka itu terlihat, arus kendaraan yang turun menuju Jakarta ternyata lebih padat. Itulah sebabnya, rekayasa one way untuk arus turun harus dijalankan dalam waktu yang sangat lama, nyaris sembilan jam. Bayangkan, sepanjang hari itu, jalanan seperti tak pernah sepi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar