“Ini untuk memastikan pelintas sehat dan aman saat melintasi PLBN Skouw. Sinergi antarinstansi seperti inilah wujud nyata pemberian pelayanan terbaik buat masyarakat,” terang Ni Luh.
Baginya, kolaborasi semacam ini adalah kunci. Terutama di kawasan perbatasan yang langsung berbatasan dengan Papua Nugini. Dengan kerja sama yang solid, pengawasan dan pelayanan kesehatan bisa berjalan optimal.
Harapannya jelas. Dengan beroperasinya posko ini, arus mudik dan balik Lebaran 2026 di perbatasan itu bisa berlangsung lebih aman, lancar, dan tentu saja sehat. Sekaligus, ini jadi penanda peningkatan kualitas layanan di ujung paling timur Indonesia.
Artikel Terkait
Kapolri Lepas 4.009 Pemudik Gratis, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Perjalanan
Transaksi Digital Indonesia Tembus 4,67 Miliar, QRIS Melonjak 133%
Malam Takbiran 2026 Diperkirakan 19 Maret, Aturan Khusus Berlaku di Bali
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, Satu Tewas