Nah, peresmian gedung ini ternyata hanya satu bagian dari agenda hari itu. Polri sekaligus meluncurkan tujuh pusat studi baru di bawah STIK Lemdiklat. Masing-masing pusat studi punya fokus spesifik dan dipimpin oleh nama-nama yang tak asing di lingkungan Polri.
Pusat Studi Teknologi Kepolisian, misalnya, dipimpin Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan. Lalu ada Pusat Studi Forensik Kepolisian di bawah Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana. Untuk urusan internasional, Komjen (Purn) Petrus R. Golose akan mengepalai Pusat Studi International Policing.
Selain itu, diluncurkan juga Pusat Studi Keamanan Nasional pimpinan Profesor Muradi, Pusat Studi Perlindungan Perempuan dan Anak yang dikepalai Brigjen Nurul Azizah, serta Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik di bawah Andrea H. Poeloengan. Terakhir, Pusat Studi Intelijen Keamanan dipimpin Irjen Achmad Kartiko.
Tak cuma itu. Pada kesempatan yang sama, Komjen Dedi Prasetyo juga meluncurkan sebuah buku karyanya berjudul 'Rekrutmen, Meritokrasi dan Teknologi'. Peluncuran buku ini seolah melengkapi semangat hari itu: mengedepankan kajian ilmiah dan pengembangan keilmuan sebagai roda penggerak institusi.
Semua rangkaian acara sore itu berjalan lancar. Dari peresmian gedung, peluncuran pusat studi, hingga peluncuran buku semuanya mengisyaratkan satu hal: upaya Polri untuk terus memperkuat sisi akademis dan intelektualnya.
Artikel Terkait
Panglima TNI Jelaskan Status Siaga 1: Uji Kesiapan Hadapi Bencana Alam
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo di Peringatan Nuzulul Quran
Panglima TNI: Status Siaga 1 untuk Kesiapsiagaan Bencana, Bukan Hal Luar Biasa
Mobil Pemudik Hangus Terbakar di Buton Tengah, Tiga Penumpang Selamat