Jawaban Yamisa sederhana namun menyiratkan keraguan. Dia punya keinginan kuat untuk kuliah, cita-citanya masuk bidang kedokteran. Tapi, keadaan ekonomi keluarga menjadi penghalang besar. “Saya ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi tapi orang tua saya tidak mampu, Pak,” katanya.
Mendengar pengakuan itu, Prabowo langsung merespons. Dia menawarkan peluang pendidikan kepada Yamisa. Namun begitu, dia juga menyelipkan pesan yang tegas dan seperti seorang bapak.
“Kamu akan kami beri kesempatan untuk tes,” kata Prabowo. Tapi pesannya tidak berhenti di situ. Dia berpesan agar Yamisa fokus belajar dengan sungguh-sungguh. “Jangan pacaran dulu,” tambahnya sambil tersenyum, menekankan bahwa konsentrasi penuh diperlukan untuk meraih impian yang tinggi.
Dialog singkat ini, di luar semua urusan politik, terasa sangat manusiawi. Sebuah laporan lewat media sosial berujung pada jembatan, dan mungkin akan berlanjut pada gerbang perguruan tinggi bagi seorang anak perempuan pemberani dari Nias.
Artikel Terkait
Panglima TNI Jelaskan Status Siaga 1: Uji Kesiapan Hadapi Bencana Alam
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo di Peringatan Nuzulul Quran
Panglima TNI: Status Siaga 1 untuk Kesiapsiagaan Bencana, Bukan Hal Luar Biasa
Mobil Pemudik Hangus Terbakar di Buton Tengah, Tiga Penumpang Selamat