“Sinyal darurat dari kapal Iran itu diterima saat fajar,” ujarnya.
Tapi sayangnya, kata Sampath, ketika kapal penyelamat tiba di lokasi kurang dari satu jam kemudian, kapal perang itu sudah tenggelam sepenuhnya. Yang tersisa hanyalah bercak minyak di permukaan laut yang mengilap.
Sebelum konfirmasi dari Iran, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sudah lebih dulu mengumumkan serangan ini. Dia dengan gamblang menyebut sebuah kapal selam AS-lah yang menenggelamkan kapal perang Iran di lokasi yang sama.
Hegseth punya istilah khusus untuk aksi itu: “kematian senyap”.
“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan sebuah kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional. Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo,” sebutnya.
Jadi, begitulah kronologinya. Sebuah insiden mematikan di tengah laut lepas, yang meninggalkan ratusan korban dan memperkeruh hubungan yang sudah runyam antara Washington dan Tehran.
Artikel Terkait
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo di Peringatan Nuzulul Quran
Panglima TNI: Status Siaga 1 untuk Kesiapsiagaan Bencana, Bukan Hal Luar Biasa
Mobil Pemudik Hangus Terbakar di Buton Tengah, Tiga Penumpang Selamat
Putin Desak De-eskalasi, Dorong Solusi Politik untuk Konflik Iran-AS-Israel