Keinginan untuk menyelamatkan pernikahannya ternyata masih kuat di hati Insanul Fahmi. Meski kabar gugatan cerai yang diajukan istrinya, Wardatina Mawa, di Pengadilan Agama Medan sudah mencuat, pria 26 tahun itu belum menyerah begitu saja. Dia masih berjuang.
Dalam sebuah kesempatan, Insanul sempat menyampaikan harapannya. Dia meminta agar orang-orang di sekitar Mawa dan juga dari pihak Inara Rusli bisa lebih menahan diri. Menurutnya, terlalu banyak komentar dan campur tangan dari luar yang justru memperkeruh suasana. Situasi ini, ujarnya, jadi makin runyam karena ulah pihak-pihak yang sebenarnya tak berkepentingan langsung.
"Agar lebih redam, agar lebih mengutamakan bagaimana caranya saya bisa berdamai gitu ya. Kemudian kepada pihak-pihak lain mungkin yang dari pihak... mungkin circle-circle atau teman-temannya dari pihak Mawa, dari pihak Inara, dari pihak saya juga, ada baiknya saya berharap bisa dikurangilah untuk memberikan statement-statement yang kiranya bisa memecah belah,"
kata Insanul, seperti yang terekam dalam sebuah channel YouTube.
Itu sebabnya, dia punya satu permintaan khusus: bertemu Mawa secara empat mata. Tanpa kuasa hukum, tanpa keluarga, tanpa siapapun. Sebagai seorang suami dan ayah dari satu anak, Insanul merasa punya hak untuk membicarakan masa depan rumah tangganya secara privat. Dia ingin percakapan itu berlangsung tenang, jauh dari hiruk-pikuk dan gangguan.
"Saya berharap sebenarnya kuasa hukum atau siapa pun keluarga itu nggak ikut-ikut dulu. Jadi biar ini saya selesaikan, saya mau menyelesaikan ini secara tertutup karena ini urusan saya dan saya sebagai suami saya punya hak untuk meminta juga bisa berdiskusi,"
tegasnya.
Permintaan itu terdengar sederhana, tapi di tengah sorotan publik yang begitu terang, mungkin justru itulah hal yang paling sulit didapat. Waktulah yang akan menjawab apakah upayanya kali ini membuahkan hasil.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3.0 Guncang Tapanuli Selatan
DPR Minta Kejelasan Pemerintah soal Nasib RUU Inisiatif, Termasuk Perlindungan PRT
Kades dan Kontraktor Klaten Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Renovasi Masjid Rp 203 Miliar
Iran Tegaskan Hak Nuklirnya Tak Bisa Ditawar, Desak AS Tunjukkan Itikad Baik