Dekat sebuah pohon besar, misalnya, tergeletak bungkusan alat kontrasepsi yang masih tersegel. Beberapa langkah dari sana, ada kemasan gel pelumas bekas pakai dan beberapa bungkus tisu 'magic' dengan merek yang berbeda-beda. Kondisi lokasinya sendiri terlihat kotor dan tak terawat.
Yang lebih parah, di antara tumpukan ranting dan daun kering, ditemukan kondom bekas pakai. Sementara di balik batang pohon yang patah, dua botol minuman keras berisi separuh masih terbuka tutupnya. Temuan terakhir yang cukup mencolok adalah kemasan suplemen penambah stamina pria yang kosong. Semua barang itu seperti meninggalkan cerita kelam tentang apa yang benar-benar terjadi di balik kerimbunan taman kota itu.
Sebenarnya, upaya penertiban sudah dimulai sebelumnya. Akses masuk ke taman di kawasan Cawang itu bahkan sudah ditutup permanen sejak Jumat (27/2) karena kuat dugaan lokasi tersebut dipakai untuk prostitusi sesama jenis. Penutupan dua titik akses itu dilakukan lelangsung oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama sejumlah instansi.
Camat Makasar, Dimas Prayudi, yang hadir saat penutupan, memberikan penjelasan.
"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," kata Dimas.
Menurutnya, pihaknya mendapat informasi soal penyalahgunaan fungsi taman. Saat diperiksa, ternyata ada celah di pagar yang sering dipakai untuk masuk secara tidak resmi. Celah itulah yang kini ditutup rapat, sebagai upaya awal mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik yang sehat.
Artikel Terkait
Dua Badut Diduga Curi Motor Saat Warga Salat Jumat di Lamongan
Sekjen Kemendagri: Atasi Kemiskinan Perlu Kesepakatan Indikator dan Data Akurat
BMKG Peringatkan Akun Telegram Palsu Sebar Informasi Gempa Palsu
Iran Ancam Balas Serangan AS-Israel, Desak DK PBB Bertindak