Namun begitu, ada satu langkah krusial yang menghubungkan kedua penyelidikan itu: uji DNA.
Ariasandy menjelaskan, salah satu upaya identifikasi adalah dengan mencocokkan DNA dari potongan tubuh tersebut dengan sampel dari keluarga korban penculikan. Proses ini sudah dijalankan.
"Makanya kemudian kita koordinasi dengan pihak keluarga yang bersangkutan untuk meminta sampel DNA," jelasnya.
Jadi, meski jalur penyelidikannya masih dipisah, benang merahnya sedang dicari lewat pemeriksaan ilmiah. Hasil tes DNA itulah nanti yang akan menentukan apakah kedua kasus tragis ini saling berkaitan, atau justru merupakan dua peristiwa nahas yang kebetulan terjadi dalam waktu berdekatan. Semua masih menunggu kepastian dari laboratorium.
Artikel Terkait
Jadwal Buka Puasa Jakarta dan Kepulauan Seribu Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
Ibas Soroti Perlindungan Kesehatan bagi Pelaku UMKM dalam Sistem JKN
Dokter Ayu Widyaningrum Raih Tiga Rekor MURI Baru dari Prestasi Medis dan Aksi Sosial
KPK Geledah Lokasi di Pati untuk Perkuat Bukti Kasus Pemerasan Perangkat Desa