750 Personel Amankan Puncak Perayaan Imlek Nusantara di Lapangan Banteng

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:35 WIB
750 Personel Amankan Puncak Perayaan Imlek Nusantara di Lapangan Banteng

Sore ini, Lapangan Banteng di Jakarta Pusat bakal ramai. Puncak perayaan Imlek Nusantara 2026 akan digelar di sana. Untuk mengantisipasi keramaian, kepolisian tak main-main. Mereka menyiapkan pengamanan ketat dengan melibatkan ratusan personel.

Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengonfirmasi hal itu kepada awak media pada Sabtu (28/2/2026).

"Betul, nanti sore sekitar jam tiga akan ada puncak perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng," ujar Robby.

Menurutnya, total ada 750 personel yang diturunkan. Rinciannya, 150 orang dari lalu lintas dan sisanya 600 personel berasal dari jajaran kewilayahan. Tujuannya jelas: memastikan acara berjalan lancar dan aman bagi semua pihak.

"Kami dari Ditlantas sudah siapkan sekitar 150 personel di sekitar lokasi. Ditambah dari kewilayahan sekitar 600 orang. Pengamanan ini kami laksanakan sebaik mungkin," jelasnya lagi.

Acara intinya adalah kirab atau parade. Rencananya, peserta akan mulai bergerak dari depan katedral, lalu menuju Tugu Adipura. Dari sana, rombongan belok kanan mengarah ke Gedung Kementerian. Soal penutupan jalan? Robby bilang ini bersifat situasional.

"Penutupan arus lalu lintas cuma dilakukan saat kirab berlangsung," tegasnya.

Rute Lalu Lintas yang Bakal Dibatasi

Nah, buat kamu yang mau melintas di kawasan Lapangan Banteng sore ini, perlu hati-hati. Polisi sudah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas. Ini detailnya:

Kalau dari arah Barat (Juanda) mau ke Timur (Gunung Sahari), bisa lewat Jalan Ir. H Juanda, lalu ke Jalan Pos, lanjut ke Jalan Dr. Sutomo, dan akhirnya sampai di Jalan Gunung Sahari. Ada opsi lain: dari Juanda ke Pos, belok kanan di Gedung Kesenian, belok kiri ke Budi Utomo, lalu tembus ke Gunung Sahari.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar