Memang, kenaikan dari 2021 ke 2022 hanya 0,1 persen. Lalu 2023 naik 6,9 persen, dan 2024 sekitar 10,8 persen. Namun, Prabowo berupaya mendorong kenaikan yang lebih besar.
Pada 2025, anggaran pendidikan dialokasikan Rp 724,26 triliun berdasarkan UU APBN 2025. Dibanding realisasi 2024, kenaikannya mencapai 27,26 persen angka yang cukup tinggi, hampir dua kali lipat kenaikan tahun sebelumnya. Bahkan jika dibanding outlook 2025 (Rp 690,1 triliun), kenaikannya masih 21,3 persen.
Ketiga, memang benar peningkatan anggaran pendidikan di era ini salah satunya karena memasukkan MBG ke dalam nomenklatur pendidikan. Di Lampiran VI Perpres 201/2024 tentang Rincian APBN 2025, terang-terangan ada anggaran MBG sebesar Rp 56,8 triliun.
Begitu pula di 2026. Anggaran pendidikan direncanakan Rp 769,08 triliun, naik 11,44 persen dari outlook 2025. Kenaikan ini juga karena masuknya anggaran MBG sebesar Rp 223,55 triliun, seperti tertera di Lampiran VI Perpres 118/2025.
Keempat, efisiensi anggaran benar-benar terjadi di 2026. Ambil contoh: anggaran Kementerian Keuangan turun dari Rp 53,19 triliun (2025) jadi Rp 52,01 triliun. Kemenhub dari Rp 31,45 triliun ke Rp 28,48 triliun. Kemenaker dari Rp 4,80 triliun menjadi Rp 3,86 triliun. Dana yang dihemat dari situlah, antara lain, dialihkan.
Kelima, dalam rincian anggaran pendidikan, beberapa kementerian justru dapat tambahan signifikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, contohnya, naik dari Rp 33,54 triliun (2025) menjadi Rp 56,68 triliun (2026). Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dari Rp 57,68 triliun ke Rp 61,87 triliun. Kemenag juga naik, dari Rp 65,92 triliun menjadi Rp 75,62 triliun.
Komitmen Prabowo
Bagi Presiden Prabowo Subianto, akar masalahnya jelas: kualitas anak Indonesia terhambat karena masalah gizi. Datanya mencengangkan: sekitar 60 persen anak berangkat sekolah dalam keadaan perut kosong.
Bayangkan. Anak yang belum sarapan pasti kesulitan menyerap pelajaran. Mereka kehilangan energi, sulit konsentrasi, cepat lelah, dan daya ingatnya melemah. Kondisi lapar menghambat proses belajar.
Menyikapi hal itu, Prabowo menjadikan MBG sebagai program prioritas. Tujuannya memenuhi gizi anak sekolah, juga balita dan bayi dalam kandungan. Ini kebijakan yang langsung menyentuh akar persoalan.
Karena itu, memasukkan anggaran MBG ke dalam pos pendidikan adalah langkah yang tepat. Tujuannya sejalan: mengoptimalkan pembangunan di bidang pendidikan, untuk mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas, unggul, dan mampu bersaing di panggung global. Logikanya lurus.
Kamrussamad.
Ketua Umum HIPKA (Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam).
Artikel Terkait
Pengemudi Toyota Calya yang Ugal-ugalan di Gunung Sahari Resmi Ditahan, Terancam 7 Tahun Penjara
Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel dengan Pendekatan Humanis untuk Amankan Unjuk Rasa
Ditlantas Jabar Siapkan Motor Senyum untuk Atasi Macet Mudik Lebaran 2026
Buron Bandar Sabu NTB Ko Erwin Ditangkap, Kakinya Tembak saat Melawan