Gubernur DKI Jadwalkan Rapat Khusus Bahas Trotoar dan Lapangan Padel

- Selasa, 24 Februari 2026 | 11:00 WIB
Gubernur DKI Jadwalkan Rapat Khusus Bahas Trotoar dan Lapangan Padel

Jakarta Utara, Selasa (24/2/2026) – Berbagai keluhan warga soal trotoar yang tak berfungsi dan maraknya lapangan padel di tengah pemukiman akhirnya mendapat respons. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tak menunggu lama. Ia langsung menjadwalkan rapat koordinasi khusus untuk Selasa ini, menghadirkan sejumlah dinas terkait. Tujuannya jelas: cari solusi konkret.

“Kebetulan besok kita akan rapat khusus tentang trotoarnya. Saya ingin dengarkan lebih dahulu dari dinas terkait,” kata Pramono, ditemui di Jakarta Utara.

“Termasuk tentang padel besok dirapatkan,” tambahnya, menekankan bahwa dua masalah ini akan dibedah tuntas.

Buat Pemerintah Provinsi DKI, soal trotoar ini bukan hal sepele. Ini menyangkut hak dasar pejalan kaki untuk dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman. Trotoar yang semestinya jadi ruang publik, seringkali berubah fungsi atau tak terawat. Di sisi lain, fenomena lapangan padel yang tumbuh bak jamur di area perumahan juga memantik polemik. Warga sekitar kerap mengeluhkan kebisingan, belum lagi soal legalitas izinnya yang dipertanyakan.

Pramono tampaknya ingin menyelesaikan ini dari akarnya. Ia berjanji akan mendengarkan semua masukan dan data sebelum mengambil keputusan.

“Nanti kita dengarkan semuanya, baru kita putuskan langkah yang paling tepat,” ujarnya.

Dari balik meja rapat nanti, diharapkan lahir kebijakan yang tak hanya teoretis. Komitmennya jelas: menindak tegas pelanggaran tata ruang yang mengganggu kenyamanan publik. Namun begitu, pembangunan fasilitas olahraga seperti padel tetap bisa berjalan, asal sesuai koridor aturan yang ada. Semuanya harus dikaji secara komprehensif, tidak bisa asal main gebuk.

Langkah cepat sang gubernur ini tentu dinanti-nanti. Apakah rapat nanti akan langsung menghasilkan terobosan, atau justru menjadi awal dari pembahasan yang lebih panjang? Warga Jakarta pasti menunggu jawabannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar