Sebelumnya, Presiden Prabowo sendiri telah menyuarakan optimisme serupa. Usai rapat perdana BoP atau Dewan Keamanan di Washington DC, Kamis lalu, ia menyebut ada kemajuan yang patut disyukuri.
“Ya, Alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar ya. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” kata Prabowo kepada awak media.
Ia membeberkan, penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza menunjukkan perkembangan signifikan. Pasokan makanan dan kebutuhan dasar lainnya kini mengalir lebih deras. Bahkan, Prabowo menyebut level saat ini adalah yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Sementara saya kira aliran bantuan makan, kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun. Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” imbuhnya.
Namun begitu, ia tak menutup mata. Berbagai tantangan masih membentang di depan mata. Mencapai perdamaian sejati, menurutnya, butuh tekad baja dan kewaspadaan ekstra terhadap segala rintangan.
“Tapi ya, kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina,” lanjut Prabowo dengan suara tegas.
Ia juga menegaskan komitmen kolektif. “Kita tentunya komit, tadi beberapa negara-negara muslim semua menegaskan komitmen kita untuk benar-benar mencapai lasting peace.”
Komitmen itu sekaligus mempertegas posisi Indonesia. Politik luar negeri yang bebas aktif dan selalu berpihak pada kemanusiaan bukan sekadar wacana. Langkah nyata ini menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis. Sebuah kekuatan yang diperhitungkan dalam upaya menciptakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Desak Pengadilan Umum untuk Pelaku dari BAIS TNI
Slot Akui Superioritas PSG Usai Liverpool Tunduk 2-0 di Parc des Princes
Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian Ponorogo
Trump Usulkan Usaha Patungan dengan Iran untuk Pungutan di Selat Hormuz