Namun begitu pintu terbuka, yang muncul adalah ancaman. Perempuan itu keluar sambil membawa parang.
"Dia bilang 'what do you want' sambil dia acungkan parangnya," tutur Husni.
Bukan cuma satu, tapi dua parang dia bawa. Dengan senjata itu, dia mengancam dan bahkan mengejar warga yang datang. Padahal, seperti ditegaskan Husni, warga cuma mau mengambil HP. Beberapa orang sempat ketakutan. Ada upaya untuk melucuti senjatanya, tapi hanya satu parang yang berhasil diamankan. Satu lagi masih di tangan ML.
Belakangan, setelah kasus ini ramai, terungkap fakta lain. Status keimigrasian turis itu ternyata sudah overstay. Izin tinggalnya telah kadaluarsa.
Artikel Terkait
Gangguan Listrik PLN Sempat Lumpuhkan Layanan MRT Jakarta
Pemkab Serang Pindahkan Rekening Kas Daerah ke Bank Banten
Rano Karno Siap Pindah Kantor ke Kota Tua untuk Awasi Revitalisasi
Sekda Pekalongan Diperiksa Kembali, KPK Perkuat Kasus Bupati Fadia Arafiq