Wamendikti Ristek: Beasiswa Negara adalah Utang Budi yang Harus Dibayar dengan Kontribusi

- Minggu, 22 Februari 2026 | 15:05 WIB
Wamendikti Ristek: Beasiswa Negara adalah Utang Budi yang Harus Dibayar dengan Kontribusi

Ia bahkan menekankan, penggunaan bahasa Indonesia di rumah adalah senjata ampuh. Aturan ini berlaku juga di keluarganya yang multikultural.

"Bukan cuma anak saya yang wajib pakai bahasa Indonesia. Suami saya yang asli Polandia juga saya harapkan bisa. Kemampuan berbahasa Indonesia nggak pernah jadi beban, justru jadi kekuatan," imbuhnya.

Asal Muasal Polemik

Polemik ini berawal dari unggahan video di Instagram oleh akun @sasetyaningtyas. Dalam video itu, dia membuka paket berisi surat dari Home Office Inggris yang mengonfirmasi kewarganegaraan Inggris untuk anak keduanya.

"Ini surat yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku," ujarnya dalam video.

Tak berhenti di situ, dia kemudian melontarkan pernyataan yang memantik badai kritik.

"I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak punya paspor kuat sebagai WNA."

Pernyataan itu langsung menyulut amarah publik, terutama karena sang pemilik akun diketahui sebagai penerima beasiswa LPDP. Tekanan yang datang kemudian memaksanya untuk menyebar permohonan maaf.

Dalam klarifikasinya pada Jumat (20/2/2026), dia mengaku pernyataannya dilandasi rasa kecewa. Namun, dia menyadari langkahnya keliru.

"Saya sadar sepenuhnya kalimat itu kurang tepat dan bisa dianggap merendahkan identitas sebagai WNI. Saya akui kesalahan dalam pemilihan kata dan penyampaiannya di ruang publik," tulisnya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar