Ronaldo Berpuasa Dua Hari di Ramadan, Mantan Rekan Ungkap Sikap Hormatnya

- Minggu, 22 Februari 2026 | 14:30 WIB
Ronaldo Berpuasa Dua Hari di Ramadan, Mantan Rekan Ungkap Sikap Hormatnya

Kutipan tersebut menegaskan bahwa motivasi Ronaldo bersifat personal dan eksperiensial. Ia tidak sekadar menunjukkan sikap simbolis, tetapi benar-benar ingin merasakan pengalaman yang sama dengan kawan-kawannya.

Ramadan dalam Sepak Bola Profesional

Pelaksanaan ibadah puasa di kalangan pesepak bola profesional kerap menjadi topik pembahasan, terutama terkait pengaruhnya terhadap stamina dan performa fisik. Di banyak liga Eropa, di mana pemain Muslim merupakan minoritas, hal ini kadang memerlukan penanganan khusus dari tim medis dan pelatih.

Namun, konteksnya berbeda di Arab Saudi. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, liga dan klub telah lama beradaptasi. Jadwal latihan dan bahkan waktu kick-off pertandingan sering kali diatur ulang selama bulan Ramadan untuk mendukung para pemain yang berpuasa. Lingkungan inilah yang kini dijalani Ronaldo.

Lebih dari Sekadar Gestur

Keputusan Ronaldo untuk ikut berpuasa, meski singkat, mendapatkan apresiasi sebagai tindakan yang penuh empati. Dalam perspektif yang lebih luas, langkah ini dilihat sebagai bentuk penghormatan aktif terhadap budaya dan nilai-nilai religius di negara tempat ia membangun karier babak akhirnya.

Di tengah sorotan global yang seringkali hanya terpaku pada gol dan trofi, momen seperti ini mengingatkan bahwa sepak bola juga merupakan pertemuan antar manusia dari berbagai latar belakang. Sikap Ronaldo, yang datang sebagai figur global, memberikan contoh sederhana tentang rasa hormat dan keinginan untuk memahami yang dapat berbicara lebih lantang daripada kata-kata.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar