Dari Kairo, Kementerian Luar Negeri Mesir mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak klaim serupa. Pihaknya menegaskan bahwa pernyataan Dubes Huckabee justru mengukuhkan fakta bahwa Israel "tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau tanah Arab lainnya".
Otoritas Palestina juga tak ketinggalan menyuarakan protes. Melalui akun media sosialnya, mereka menyatakan bahwa ucapan Huckabee jelas "bertentangan dengan penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap (Israel) yang mencaplok Tepi Barat".
Ekor Wawancara dan Reaksi Berbeda dari Israel
Menanggapi gelombang kritik, Huckabee tampaknya memilih untuk tidak memperpanjang polemik seputar ayat Alkitab tersebut. Pada hari Sabtu, ia memposting dua klarifikasi di platform media sosial mengenai topik lain yang dibahas dalam wawancara, namun sama sekali tidak menyentuh pernyataannya yang paling kontroversial itu.
Di sisi lain, di internal Israel sendiri, respons terhadap wawancara itu terbelah. Ketua Parlemen Israel (Knesset), Amir Ohana, justru memuji sikap pro-Israel yang ditunjukkan Huckabee secara keseluruhan. Dalam cuitannya, Ohana malah menuduh Tucker Carlson, sang pewawancara, melakukan "kebohongan dan manipulasi".
Kontroversi ini juga tidak terlepas dari rekam jejak Tucker Carlson sendiri, yang baru-baru ini menghadapi tuduhan antisemitisme. Tuduhan itu menguat setelah ia mewawancarai Nick Fuentes, seorang figur nasionalis kulit putih yang dikenal karena pernyataan-pernyataan ekstremnya. Latar belakang ini menambah lapisan kompleksitas pada dinamika wawancara yang memicu ketegangan diplomatik ini.
Artikel Terkait
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi
Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor