Pernyataan Dubes AS Huckabee Soal Klaim Alkitab untuk Israel Picu Kecaman Negara Arab

- Minggu, 22 Februari 2026 | 08:45 WIB
Pernyataan Dubes AS Huckabee Soal Klaim Alkitab untuk Israel Picu Kecaman Negara Arab

MURIANETWORK.COM - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu kecaman dari sejumlah negara Arab setelah menyiratkan hak Israel atas sebagian besar wilayah Timur Tengah berdasarkan klaim Alkitab. Pernyataan kontroversial itu disampaikannya dalam sebuah wawancara podcast dengan komentator Tucker Carlson, Jumat lalu, dan langsung menuai reaksi keras pada hari berikutnya.

Isi Wawancara yang Memantik Kontroversi

Dalam percakapan yang kemudian viral itu, Carlson mendesak Huckabee untuk menanggapi interpretasi tertentu dari ayat Alkitab yang kerap dikaitkan dengan klaim tanah Israel dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat. Huckabee, yang berlatar belakang sebagai mantan pendeta Baptis dan dikenal sebagai pendukung kuat Israel, memberikan tanggapan yang kemudian diklarifikasinya.

"Tidak apa-apa jika mereka mengambil semuanya," ujar Huckabee, seperti dikutip dari AFP.

Namun, di bawah tekanan pertanyaan lanjutan, diplomat AS itu kemudian melunak. Ia menegaskan bahwa Israel "tidak meminta untuk mengambil semuanya", seraya menambahkan, "Itu adalah pernyataan yang agak berlebihan."

Gelombang Kecaman dari Negara-Negara Arab

Reaksi dari dunia Arab datang cepat dan tegas. Pemerintah Arab Saudi, misalnya, menyebut pernyataan Huckabee sebagai tindakan "ceroboh" dan "tidak bertanggung jawab". Sementara itu, Yordania menilai komentar tersebut merupakan bentuk "serangan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan tersebut".

Dari Kairo, Kementerian Luar Negeri Mesir mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak klaim serupa. Pihaknya menegaskan bahwa pernyataan Dubes Huckabee justru mengukuhkan fakta bahwa Israel "tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau tanah Arab lainnya".

Otoritas Palestina juga tak ketinggalan menyuarakan protes. Melalui akun media sosialnya, mereka menyatakan bahwa ucapan Huckabee jelas "bertentangan dengan penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap (Israel) yang mencaplok Tepi Barat".

Ekor Wawancara dan Reaksi Berbeda dari Israel

Menanggapi gelombang kritik, Huckabee tampaknya memilih untuk tidak memperpanjang polemik seputar ayat Alkitab tersebut. Pada hari Sabtu, ia memposting dua klarifikasi di platform media sosial mengenai topik lain yang dibahas dalam wawancara, namun sama sekali tidak menyentuh pernyataannya yang paling kontroversial itu.

Di sisi lain, di internal Israel sendiri, respons terhadap wawancara itu terbelah. Ketua Parlemen Israel (Knesset), Amir Ohana, justru memuji sikap pro-Israel yang ditunjukkan Huckabee secara keseluruhan. Dalam cuitannya, Ohana malah menuduh Tucker Carlson, sang pewawancara, melakukan "kebohongan dan manipulasi".

Kontroversi ini juga tidak terlepas dari rekam jejak Tucker Carlson sendiri, yang baru-baru ini menghadapi tuduhan antisemitisme. Tuduhan itu menguat setelah ia mewawancarai Nick Fuentes, seorang figur nasionalis kulit putih yang dikenal karena pernyataan-pernyataan ekstremnya. Latar belakang ini menambah lapisan kompleksitas pada dinamika wawancara yang memicu ketegangan diplomatik ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar