Di set kedua, Pegula tidak memberi ruang bagi Svitolina untuk membangun momentum. Setelah unggul 2-1, dia langsung membalas dengan permainan servis yang solid. Kombinasi forehand mematikan dan permainan di net yang cerdik berhasil membawa break lagi, membuatnya unggul 3-2.
Svitolina tak menyerah. Dia terus memberikan tekanan, bahkan menyelamatkan beberapa break point di gim-gim servis terakhirnya. Namun, Pegula tampil tenang. Di saat-saat penentuan, dia melepaskan forehand winner terakhirnya, lalu menutup pertandingan dengan sebuah ace yang sempurna.
Kemenangan ini jadi kado ulang tahun yang manis untuk Pegula yang akan berusia 32 tahun pada Selasa (24/2) mendatang. "Hadiah ulang tahun yang luar biasa. Saya bisa merayakannya sambil terbang pulang nanti. Tapi yang pasti, saya pulang membawa trofi ini. Pekan yang hebat," katanya dengan senyum lebar.
Di usianya yang tak lagi muda, Pegula masuk dalam daftar elit. Dia jadi petenis keempat sejak 1990 yang berhasil meraih beberapa gelar tier I/WTA 1000 setelah berusia 30 tahun, bergabung dengan nama-nama besar seperti Martina Navratilova, Mary Pierce, dan Serena Williams. Di Dubai, dia juga tercatat sebagai juara tunggal putri tertua kedua, hanya lebih muda dari Venus Williams saat juara di 2014 dulu.
Pertemuan dengan Svitolina ini sendiri adalah yang kesembilan kalinya. Dan ini jadi kemenangan keenam Pegula, sekaligus yang pertama kalinya ketika keduanya sama-sama berada di peringkat 10 besar dunia. Sebuah kemenangan yang punya makna lebih.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Beirut Tewaskan Ratusan, Guncang Lebanon
Atletico Hancurkan Barcelona 2-0 di Camp Nou, Tuan Rumah Terancam Tersingkir
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026