Kabupaten Bener Meriah di Aceh sedang bergegas. Pasca bencana, fokus utama kini adalah memastikan warga yang terdampak punya atap di atas kepala. Pemerintah setempat terus mendorong percepatan pembangunan hunian sementara, atau yang biasa disebut huntara, untuk segera dihuni.
Menurut Sekretaris Daerah Bener Meriah, Riswandika Putra, progresnya cukup menggembirakan. "Saat ini 70 persen huntara sudah terisi," ujarnya kepada ANTARA, Sabtu lalu.
Targetnya ambisius tapi jelas: dalam pekan ini, seluruh pengungsi diharapkan sudah bisa pindah dan menempati fasilitas sementara tersebut. Upaya pemulihan, tentu saja, tidak berhenti di situ. Namun begitu, memiliki tempat tinggal yang layak adalah langkah pertama yang krusial untuk mengembalikan sedikit rasa normalitas bagi mereka yang kehilangan.
Di lapangan, aktivitas terus berlangsung. Suara palu dan deru mesin masih terdengar di beberapa titik, sementara di huntara yang sudah jadi, kehidupan perlahan mulai berdenyut kembali. Pemerintah kabupaten tampaknya berkomitmen penuh untuk memangkas birokrasi dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Harapannya, dengan terselesaikannya penempatan ini, perhatian bisa lebih difokuskan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang. Bagi warga Bener Meriah, huntara bukan sekadar bangunan; itu adalah simbol harapan untuk memulai kembali.
Artikel Terkait
Pabrik Melamin Rp10,2 Triliun, Terbesar di Indonesia, Dibangun di KEK Gresik
Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Signifikan, Tembus Rp3 Juta per Gram
Trump Usulkan Tol Bersama di Selat Hormuz dalam Rencana Perundingan dengan Iran