MURIANETWORK.COM - Program nonfisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Cipelah, Kabupaten Bandung, mulai menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 1.000 benih lele yang dibagikan kepada Kelompok Tani Wanara dilaporkan tumbuh sehat dan memasuki fase pembesaran, menandai langkah awal keberhasilan program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini.
Pemantauan Rutin untuk Keberhasilan Program
Pada Sabtu, 21 Februari 2026, personel Satgas TMMD melakukan pengecekan langsung ke lokasi budidaya di Kampung Babakan Rahayu. Pemantauan ini dipimpin oleh Serma Choirul dan didampingi Babinsa setempat, Serda Taryana. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari komitmen pendampingan berkelanjutan pasca-penyaluran bantuan.
Serma Choirul menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut. "Monitoring dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan saat pembukaan TMMD sekitar sepuluh hari lalu dimanfaatkan optimal," ujarnya.
Kondisi Ideal untuk Pertumbuhan Lele
Hasil peninjauan di lapangan memberikan gambaran yang menggembirakan. Pertumbuhan benih lele berjalan normal tanpa kendala berarti. Faktor-faktor kunci seperti kualitas air kolam, kecukupan pakan, dan tata kelola pemeliharaan oleh kelompok tani dinilai telah sesuai dengan standar teknis yang sebelumnya diberikan oleh tim Satgas. Kondisi ini menjadi indikator awal bahwa program berjalan di jalur yang tepat.
Membangun Negeri dari Desa
Program budidaya lele ini merupakan bagian integral dari kegiatan nonfisik TMMD ke-127 Tahun 2026 yang mengusung tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa." Di balik pembangunan infrastruktur fisik, program ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas ekonomi warga secara berkelanjutan.
Pemilihan Desa Cipelah sebagai lokasi sasaran pun bukan tanpa alasan. Sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan usaha mikro. Kehadiran program budidaya perikanan air tawar diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan alternatif yang stabil dan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Harapan dan Komitmen dari Kelompok Tani
Antusiasme terlihat dari pernyataan perwakilan Kelompok Tani Wanara, Wawan. Ia menilai bantuan ini bukan sekadar bantuan material, melainkan sebuah peluang nyata.
Wawan mengungkapkan rencana ke depan kelompoknya. "Bantuan tersebut memberi peluang bagi anggota kelompok untuk mengembangkan usaha produktif. Jika panen berjalan sesuai target, hasilnya akan diputar kembali untuk memperluas skala budidaya," tuturnya.
Pendampingan Hingga Masa Panen
Menyadari bahwa kesuksesan program terletak pada keberlanjutannya, Satgas TMMD menegaskan komitmen pendampingan. Dukungan teknis dan pemantauan akan terus diberikan hingga masa panen tiba. Langkah sinergis antara TNI dan masyarakat desa ini diharapkan tidak hanya menghasilkan panen ikan, tetapi juga memanen kemandirian ekonomi yang kokoh untuk jangka panjang.
Artikel Terkait
Penelitian Ungkap Mayoritas Penerima Beasiswa Luar Negeri Pilih Pulang ke Indonesia
Menopause Picu Lonjakan Kolesterol, Waspadai Risiko Jantung dan Stroke
Osasuna Kalahkan Real Madrid 2-1 di Sadar, Puncak Klasemen Terancam
Kapal Induk Terbesar AS Masuk Mediterania, Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran