Satgas PRR Apresiasi Kemajuan Pemulihan Pascabencana di Bireuen

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 19:05 WIB
Satgas PRR Apresiasi Kemajuan Pemulihan Pascabencana di Bireuen

MURIANETWORK.COM - Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memberikan apresiasi atas kemajuan pemulihan di Kabupaten Bireuen, Aceh. Dalam kunjungannya ke posko pengungsian, Tito menyoroti perbaikan signifikan pada akses jalan, distribusi logistik, dan pemulihan layanan dasar seperti listrik dan komunikasi, yang sebelumnya lumpuh pascabencana akhir November 2025.

Perubahan Signifikan Pasca Tanggap Darurat

Membandingkan kondisi saat ini dengan situasi kritis beberapa bulan lalu, Tito menggambarkan transformasi yang cukup menggembirakan. Jika sebelumnya sejumlah akses darat terputus dan mengganggu distribusi bantuan, kini situasi telah berangsur normal. Pemulihan ini tidak hanya terlihat di sektor infrastruktur, tetapi juga dalam aktivitas keseharian warga.

Ia menekankan bahwa kerja keras semua pihak di bawah instruksi pemerintah pusat menjadi kunci perubahan tersebut. "Nah kemudian, pemerintah, di bawah (perintah) Bapak Presiden Prabowo mengerahkan semua kekuatan untuk memperbaiki. Saya tahu ini listrik semua mati dulu. Internet mati," tutur Tito dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Pemulihan Teknologi sebagai Indikator Positif

Salah satu indikator kemajuan yang langsung terlihat di lapangan adalah kembali berfungsinya perangkat teknologi. Banyak anak muda kini sudah dapat kembali menggunakan smartphone dan alat elektronik. Hal ini bukan sekadar soal gawai, melainkan penanda vital bahwa masyarakat telah memperoleh kembali akses informasi yang memadai setelah sebelumnya terisolasi.

Lebih dari itu, upaya rekonstruksi juga telah berhasil menormalkan distribusi kebutuhan pokok lainnya, mulai dari logistik pangan, gas, hingga bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, Tito menyadari bahwa perjalanan menuju pemulihan total masih membutuhkan waktu dan komitmen berkelanjutan.

Fokus pada Penanganan Kerusakan dan Lumpur

Di tengah progres yang ada, tantangan nyata masih mengemuka. Tito mengungkapkan bahwa di daerah dataran rendah Aceh yang terdampak, masalah utama yang dihadapi masyarakat adalah aktivitas yang terhambat oleh lumpur serta kerusakan pada rumah tinggal. Dua persoalan ini menjadi perhatian khusus dalam agenda rehabilitasi.

Pemerintah pun terus menggelar koordinasi dan rapat untuk mencari solusi terbaik. Prioritas saat ini adalah mempercepat perbaikan fasilitas publik yang vital, seperti sekolah, rumah ibadah, dan pondok pesantren. Dalam proses ini, Tito meminta kesabaran dan kepercayaan semua pihak.

Kehadirannya secara langsung di sejumlah lokasi bencana menjadi bukti komitmen tersebut. "Saya dari hari pertama puasa, itu sudah di Aceh Tamiang. Satu minggu ini memang sengaja saya ingin menyampaikan pesan. Kehadiran saya langsung bertemu Bapak-Ibu sekalian, menunjukkan bahwa pemerintah pusat itu tidak diam. Kita akan selesaikan permasalahan-permasalahan yang ada," tegasnya.

Penyerahan Bantuan dan Dukungan Pemda

Dalam kunjungannya ke Posko Pengungsian Balee Panah, Tito tidak hanya meninjau kondisi, tetapi juga menyerahkan bantuan langsung kepada warga. Bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket perlengkapan ibadah, ribuan potong busana muslim, serta ratusan jaket untuk anak-anak dan dewasa.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bireuen Mukhlis, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, menunjukkan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pemulihan masyarakat Bireuen.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar