"Dari awal saya bilang, ini bukan iuran keanggotaan. Bukan syarat. Kita sekarang sudah jadi anggota, tidak bayar pun tidak apa-apa," ujarnya. "Tapi kalau misalnya kita mau jadi anggota permanen, nah, baru ada kontribusi sekitar USD 1 miliar. Begitu kira-kira."
Menurutnya, esensi grup ini tidak dibangun dari kontribusi finansial semata. Anggota BoP bisa berkontribusi dalam berbagai bentuk, yang penting ada partisipasi.
"Bentuknya macam-macam. Ada yang berupa uang, ada yang mengirimkan pasukan, atau bahkan sumbangan perorangan ke rekening yang dikelola World Bank," jelas Sugiono.
Jadi, posisi Indonesia di BoP tetap kuat meski tanpa membayar iuran. Kontribusi, bagaimanapun, bisa datang dalam banyak rupa bukan cuma urusan angka di rekening bank.
Artikel Terkait
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah