MURIANETWORK.COM - Orang tua seorang bayi berusia sembilan bulan melaporkan RS Paramount Makassar ke polisi. Laporan ini mereka ajukan setelah tangan anak mereka mengalami pembengkakan parah hingga berlubang, diduga akibat tindakan pemasangan infus. Meski sebelumnya telah mengirimkan somasi, keluarga merasa keluhan mereka tidak ditanggapi secara serius oleh pihak rumah sakit.
Laporan Resmi ke Pihak Berwajib
Laporan tersebut telah resmi diterima oleh Polrestabes Makassar pada Selasa (17 Februari 2026). Dalam dokumen yang diterima keluarga, kasus ini dilaporkan sebagai dugaan tindak pidana kejahatan tenaga kesehatan, yang mengacu pada Pasal 440 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Langkah hukum ini menandai eskalasi dari upaya sebelumnya yang dianggap tidak membuahkan hasil.
Ibu dari bayi tersebut, Nurjannah, menegaskan komitmennya untuk menempuh jalur hukum. "Iya, saya langsung melakukan ke langkah hukum dan saya sudah melapor ke Polrestabes. (Laporannya terkait) dugaan malapraktik," ujarnya.
Proses Visum dan Kondisi Terkini Bayi
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, keluarga telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Atas permintaan pihak kepolisian, bayi tersebut kemudian menjalani pemeriksaan visum et repertum di RS Bhayangkara Makassar pada 18 Februari. Hasil dari pemeriksaan medis forensik ini dinantikan untuk memberikan kejelasan lebih lanjut.
"Perkembangannya masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara. Kemarin (visum), pada tanggal 18 Februari. Diminta oleh penyidik polres. Nanti setelah diambil ke keteranganku, baru penyidik polres kasih pengantar untuk visum," jelas Nurjannah mengenai tahapan yang sedang berjalan.
Harapan terbesar keluarga saat ini adalah penyelesaian kasus yang tuntas. Kekhawatiran mereka bertambah melihat kondisi fisik sang anak. Meski pembengkakan dikatakan sudah mereda, dampak yang tertinggal menimbulkan keprihatinan mendalam bagi orang tua.
"Masih lubang dan bengkak sedikit, dan apalagi ini anakku sudah diukur ini (tangannya) ada yang tidak sesuai. Iya, maksudnya kayak besarnya, bentuknya. Tidak sama dengan sebelah. Iya, kayak tidak simetris lah begitu," tuturnya, menggambarkan luka yang ditinggalkan pada tangan mungil bayinya.
Artikel Terkait
Pemkab Bogor Tutup Seluruh Hiburan Malam Selama Ramadan
Polisi Tetapkan Tersangka Pelaku Pembakaran Musala di Maluku Tenggara
Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah dan Ratusan Pohon di Dua Desa Jember
Satgas Percepat Relokasi Korban Banjir Aceh Utara dari Tenda ke Hunian Tetap