“Iya, saya memang tarawih di sini karena dekat rumah. Setiap Ramadan memang selalu ada pembagian zakat dari Bapak Said Abdullah kepada jemaah salat tarawih,” tutur Syifa, salah seorang warga yang hadir.
Ia menambahkan, reputasi sang tokoh sebagai pribadi yang ringan tangan sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. “Beliau memang dikenal dermawan. Mudah-mudahan kegiatan baik seperti ini terus istikamah setiap tahun,” harap Syifa.
Makna di Balik Keramaian
Lebih dari sekadar keramaian, tradisi tahunan ini dipandang sebagai wujud nyata solidaritas sosial. Di tengah suasana bulan suci yang kerap diwarnai peningkatan kebutuhan pokok, aksi berbagi seperti ini memberikan dampak langsung dan mempererat tali persaudaraan. Masyarakat berharap semangat berbagi ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta meringankan beban sesama.
Meski dipadati ribuan jemaah, pelaksanaan salat Tarawih perdana di berbagai sudut Kabupaten Sumenep dilaporkan berjalan dengan lancar dan khidmat. Tradisi yang mengakar kuat ini sekali lagi menunjukkan perpaduan unik antara kesalehan individu dan kepedulian sosial dalam menyambut Ramadan.
Artikel Terkait
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah