Lapangan Padel di Cilandak Pangkas Jam Operasional Usai Keluhan Warga

- Kamis, 19 Februari 2026 | 22:10 WIB
Lapangan Padel di Cilandak Pangkas Jam Operasional Usai Keluhan Warga

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Naufal, seorang warga berusia 27 tahun, menceritakan pengalamannya. Dia adalah salah satu perwakilan yang hadir dalam mediasi tersebut.

Kebisingan itu, tuturnya, datang dari suara teriak-teriak pemain dan bunyi bola yang memantul. Awalnya, keributan itu berlangsung sangat lama.

"Itu ada teriak-teriak, ada suara bola sih terutama, dan teriak-teriakannya ini dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Tapi perlu dicatat kalau jam 6 pagi sampai jam 12 malam itu waktu awal-awal diomongin, maksudnya Januari sampai Februari awal. Setelahnya mereka commit sampai jam 10, cuma ada beberapa kali kita ketemu jam 10 tuh masih ketawa-ketawa, masih main," ungkap Naufal.

Dalam mediasi, tuntutan warga cukup tegas. Mereka meminta penghentian total operasional lapangan.

"Kita minta tadi fourthwall Padel untuk segera menghentikan seluruh aktivitas operasional. Terus kami berhak mendapatkan kembali ketenangan yang kami alami, keamanan, kenyamanan hidup kami seperti sebelum adanya Fourthwall Padel," kata dia.

Mediasi ini tampaknya baru langkah awal. Warga menunggu realisasi janji pengelola, sementara pengelola berusaha mencari titik temu agar bisnisnya bisa tetap berjalan tanpa terus mengganggu ketenangan tetangga.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar