Di sisi lain, sektor ritel modern juga menunjukkan tren pemulihan yang cukup menggembirakan. Kolaborasi Kemendag dengan Aprindo mencatat, dari 383 gerai ritel atau toko swalayan yang terdampak, 96 persennya atau sekitar 368 gerai kini sudah berjalan normal.
“Seluruh gerai ditargetkan pulih sepenuhnya pada akhir Februari 2026,” tambah Budi Santoso optimistis.
Sementara itu, dari sisi kemanusiaan, kabar duka masih tersisa. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, 139 orang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Namun, ada secercah harapan dari data pengungsian. Jumlah pengungsi yang semula mencapai dua juta jiwa lebih, kini telah menyusut drastis menjadi sekitar 12.994 orang. Penurunan ini terjadi setelah warga mulai berpindah ke hunian sementara atau memanfaatkan dana bantuan untuk mengontrak dan tinggal dengan keluarga terdekat.
“Yang [korban] meninggal dunia 1.205 orang, dan yang hilang 139 orang, dan pengungsi dari 2 juta lebih sekarang lebih kurang 12.994 di tenda,” papar Tito dalam kesempatan yang sama.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Tantangan Waktu Persiapan Singkat di ASEAN Futsal Championship
Anggota DPR Dukung Usulan SBY Evaluasi Penugasan Pasukan Indonesia di Lebanon
Ganjil-Genap Kembali Berlaku, Kendaraan Berpelat Ganjil Dilarang Melintas Pagi Ini
Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI