Agus menjelaskan, kehadiran pedagang musiman kolang-kaling sudah jadi pemandangan biasa. Pihak pasar pun menyediakan lapak khusus untuk mereka. “Setiap tahun pasti ada. Memang sudah jadi budaya, dan ramainya itu pas musim Ramadhan seperti sekarang,” katanya.
Di sisi lain, tingginya pasokan komoditas ini turut menggeliatkan aktivitas perdagangan. Arus pengunjung pun bertambah. Untuk harganya sendiri, saat ini berkisar di angka Rp20 ribu per kilogram.
Lonjakan permintaan ini diprediksi akan bertahan. Bahkan, kemungkinan besar akan terus meningkat hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. Masyarakat tetap membutuhkan stok untuk berbagai hidangan berbuka mereka.
Jadi, jangan kaget kalau berkunjung ke Kramat Jati dalam beberapa pekan ke depan. Pasar terbesar di Asia Tenggara itu akan masih dipenuhi oleh aroma dan keramaian khas Ramadhan, dengan kolang-kaling sebagai salah satu bintang utamanya.
Artikel Terkait
Ganjil-Genap Kembali Berlaku, Kendaraan Berpelat Ganjil Dilarang Melintas Pagi Ini
Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Oscar Pensiun Dini Usai Didiagnosis Gangguan Jantung
Anggota DPR Kritik Penyelesaian Mediasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Unissula